Breaking News:

Palu Hari Ini

BKKBN Sulteng Gelar Diseminasi Hasil Pendataan Keluarga 2021

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tengah menggelar pertemuan diseminasi hasil Pendataan Keluarga 2021 (PK21)

Penulis: Nur Saleha | Editor: Moh Salam
TRIBUNPALU/NUR SALEHA
BKKBN Sulteng gelar pertemuan diseminasi hasil pendataan keluarga 2021 di Ballroom HS Palu Jl Mohammad Hatta Nomor 18, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Selasa (7/12/2021) 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM,PALU - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar pertemuan diseminasi hasil Pendataan Keluarga 2021 (PK21), Selasa (7/12/2021).

Bertempat di Ballroom HS Palu, Jl Mohammad Hatta Nomor 18, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulteng.

Kegiatan tersebut dalam rangka menyebarluaskan informasi dari hasil pelaksanaan PK21.

Tak hanya itu, kegiatan itu juga sebagai upaya untuk mendorong pemanfaatan data yang telah diperoleh.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng Maria Ernawati mengatakan, pendataan keluarga itu merupakan kegiatan prioritas dalam upaya menyediakan data dan informasi keluarga by name by address.

Baca juga: Pascabencana Gempa Bumi, Pemkot Palu Sarankan Masyarakat Patuhi Peraturan Pembangunan Rumah

Baca juga: Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Buka 3 Program Studi di Poso

Hal itu sebagaimana diamanatkan dalam UU nomor 52 Tahun 2009 tentang Pembangunan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Dalam pasal 49 menyebutkan, Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah wajib mengumpulkan mengolah, dan menyajikan data dan informasi mengenai kependudukan dan keluarga.

"Pendataan keluarga tahun 2021 ini yang dilaksanakan mulai dari tanggal 1 April sampai 30 Juni 2021 karena kondisi pandemi Covid-19 sehingga dilakukan perpanjangan waktu 1 bulan," jelas Erna.

Selanjutnya Erna menjelaskan, kegiatan itu juga sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, KB dan sistem informasi keluarga.

Lanjut dia menjelaskan, pada pasal 52 menyebutkan pengumpulan data dan informasi keluarga dilaksanakan melalui pendataan keluarga. 

Baca juga: KONI Sulteng Pastikan Venue Panjat Tebing Parimo Layak Buat Kejurnas

"Data dan informasi keluarga ini penting dan strategis karena tidak hanya sebagai alat untuk mengukur indikator kinerja utama khususnya program Bangga Kencana, tetapi juga untuk menyediakan data untuk kepentingan operasional program-program nasional hingga kebutuhan data di lini lapangan," ujarnya.

Kata Erna juga, selain data dan informasi keluarga yang dilakukan sebelumnya juga ada pengumpulan data tentang kondisi fisik balita.

Fisik balita didata antara lain mengukur berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala Balita.

"Data ini untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved