4 Makanan yang Mengandung Antioksidan Tinggi: Manfaatkan Cokelat Hitam, Kunyit hingga Ketumbar
Berikut ini TribunPalu sampaikan rempah-rempah yang berguna untuk menangkah radikal bebas dalam tubuh.
4 Makanan yang Mengandung Antioksidan Tinggi: Manfaatkan Cokelat Hitam, Kunyit hingga Ketumbar
TRIBUNPALU.COM - Antioksidan memiliki fungsi yang sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia.
Salah satunya ialah melawan darikan bebas yang masuk ke dalam tubuh.
Melansir dari laman Kompas Lifestyle, antioksidan merupakan sifat dari berbagai senyawa yang bukan merupakan sebuah zat.
Melainkan aktioksidan adalah sifat molekul yang bisa melindungi tubuh manusia dari berbagai ancaman penyakit.
Jika kadar radikal bebas dalam tubuh terlalu tinggi, maka antioksidan ini akan bekerja lebih keras.
Radikal-radikal bebas yang tinggi juga bisa menyebabkan timbulnya stres oksidatif dan dapat merusak DNA.
Molekul antioksidan bisa dijumpai pada tubuh manusia, maupun berbagai makanan atau bahan makanan sehat, layaknya ketumbar.
Nah agar Anda dapat terhindar dari radikal bebas, Anda dapat mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung antioksidan tinggi berikut ini.
Baca juga: Daftar Rempah-rempah yang Bermanfaat bagi Kesehatan Tubuh: Ada Jahe, Ketumbar hingga Minyak Zaitun
1. Cokelat hitam
Makanan pertama yang dapat Anda coba adalah cokelat hitam.
Melansir dari laman Healthline, cokelat hitam memiliki kandungan gizi yang tinggi.
Kakao yang ada di dalamnya lebih banyak dibandingkan dnegan jenis cokelat lainnya.
Tak hanya itu saja, cokelat hitam juga mengandung banyak antioksidan dan mineral.
Cokelat hitam diketahui memiliki antioksidan mencapai 15 mmol per 3,5 onc atau sekitar 100 gram cokelat hitam.
Hasil tersebut bahkan lebih tinggo dari blueberry dan raspberry yang masing-masing memiliki 9,2 dan 2,3 mmol antioksidan.
Ternyata kandungan antioksidan yang ada di cokelat hitam tidak hanya berguna untuk menangkal radikal bebas saja, tetepai juga sebagai obat peradangan.
Bahkan antioksidan dalam kakao juga dapat dipakai untuk mengurangi faktor risiko penyakit jantung.
Baca juga: Manfaat Rempah-rempah untuk Mengobati Sakit Kepala Migrain: Ada Cengkeh, Biji Pala hingga Ketumbar
2. Kubis Merah
Kubis merah memiliki profil nutrisi yang mengesankan.
Sayuran ini dikenal juga sebagai kubis ungu, Kubis merah atau kubis ungu terbukti kaya akan vitamin C, vitamin K dan vitamin A.
Bukan hanya itu, kubis merah juga termasuk makanan yang mengandung kandungan antioksidan tinggi.
Menurut analisis FRAP, kubis merah menyediakan hingga 2,2 mmol antioksidan per 3,5 ons (100 gram).
Angka itu lebih dari empat kali jumlah antioksidan dalam kubis yang dimasak biasa.
Ini karena kubis merah mengandung antosianin, kelompok antioksidan yang memberi warna pada kubis merah.
Antosianin juga ditemukan pada stroberi dan raspberry.
Antosianin ini telah dikaitkan dengan beberapa manfaat kesehatan.
Senyawa ini dapat mengurangi peradangan, melindungi dari penyakit jantung dan mengurangi risiko kanker tertentu.
Terlebih lagi, kubis merah adalah sumber yang kaya vitamin C, yang bertindak sebagai antioksidan dalam tubuh.
Vitamin C dapat membantu memperkuat sistem kekebalan dan menjaga kekencangan kulit.
Menariknya, cara kubis merah disiapkan juga dapat memengaruhi tingkat antioksidannya.
Kubis merah yang direbus dan digoreng dapat meningkatkan profil antioksidannya, sedangkan kubis merah yang dikukus dapat mengurangi kandungan antioksidannya hampir 35 persen.
Baca juga: Ternyata Rempah-rempah Bermanfaat untuk Menurunkan Kadar Trigliserida: Salah Satunya Ketumbar
3. Kunyit
Masih melansir dari sumber yang sama, kunyit memiliki zat anti peradangan yang tinggi.
Jadi selain meningkatkan sistem imunitas tubuh, kunyit juga bisa digunakan sebagai obat anti radang.
Tak hanya itu saja, kunyit juga dikenal sebagai salah satu rempah-rempah yang kaya akan antioksidan.
Pada prinsip pengobatan China dan Ayurveda, banyak yang mempercayai bahwa kunyit dapat mengobati haid, radang sendi hingga kesehatan sistem pencernaan manusia.
Manfaat yang didapat saat mengonsumsi kunyit tidak akan lepas dari zat curcumin yang terkandung di dalamnya.
Curcumin merupakan zat antioksidan polifenol yang bertindak sebagai antivirus, antibakteri dan antikanker.
Untuk mengonsumsinya, Anda bisa menyeduh kunyit layaknya jamu atau dimasukkan ke dalam masakan.
Baca juga: Manfaatkan Rempah-rempah Ini untuk Turunkan Berat Badan: Mulai dari Ketumbar, Kunyit hingga Jahe
4. Ketumbar
Melansir dari laman Healthline, ketumbar memang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi.
Zat antioksidan ini berguna untuk menambah serta memperkuat imunitas tubuh.
Sehingga sel-sel dalam tubuh akan tetap terjaga dari serangan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.
Dalam artikel tersebut, TribunPalu menemukan sebuah fakta bahwa antioksidan pada ketumbar terbukti dapat melawan peradangan tubuh.
Beberapa senyawa antioksidan yang terdapat dalam ketumbar antara lain terpinene, quarcetin dan tokoferol.
Sebuah hasil dari penelitian yang dilakukan para ahli terhadap satu tabung khusus yang diisi ekstrak ketumbar, mengatakan setiap satu tabung ditemukan antioksidan di dalamnya.
Oleh karena itu, ekstrak ketumbar bisa menurunkan peradangan, pertumbuhan sel kanker paru-paru, prostat, payudara dan usus besar.
Ketumbar juga merupakan salah satu rempah-rempah yang mengandung senyawa antimikroba.
Senyawa ini bisa membantu melawan infeksi tertentu.
Dalam ketumbar terdapat dodecenal, yakni senyawa dalam ketumbar yang bisa melawan bakteri seperti Salmonella.
Bakteri ini diketahui dapat menimbulkan keracunan makanan pada manusia.
Dalam penelitian yang sama yakni penelitian tabung, dikatakan bahwa biji ketumbar bisa melawan bakteri yang menyerang saluran kemih.
Penelitian lainnya menunjukkan, minyak ketumbar bahkan harus digunakan dalam formulasi antibakteri.
Hal ini disebabkan, ketumbar dapat melawan penyakit bawaan karena makanan dan infeksi bakteri.
(TribunPalu/Hakim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/imunitas-tubuh-kesehatan.jpg)