Tips Kesehatan: Menjaga Fungsi Kelenjar Tiroid dengan Berhenti Konsumsi Kale & Memanfaatkan Ketumbar
Berikut ini TribunPalu sampaikan tips menjaga kesehatan kelenjar tiorid dengan berhenti konsumsi kale dan perbanyak ketumbar.
Tips Kesehatan: Menjaga Fungsi Kelenjar Tiroid dengan Berhenti Konsumsi Kale & Memanfaatkan Ketumbar
TRIBUNPALU.COM - Kelenjar tiroid merupakan salah satu bagian tubuh yang menghasilkan hormon tiroid.
Hormon inilah yang akan berfungsi sebagai penyeimbang metabolisme dalam tubuh.
Melansir dari laman Tribunnews Kesehatan, ahli kesehatan dr Dicky L Tahapary, PhD, Sp. PD-KEMD, FINASIM mengatakan tanpa adanya kelenjar ini, maka beberapa proses metabolisme tubuh akan terganggu.
Letak dari kelenjar ini berada di bawah leher, dan pada pria terletak di bawah jakun.
Oleh karena itu, Anda perlu menjaga kesehatan kelenjar tiroid agar berfungsi dengan baik.
Lalu bagaimakah cara menjaga fungsi kelenjar tiroid?
Anda dapat mengurangi konsumsi sayuran kale dan perbanyak memanfaatkan ketumbar.
Baca juga: 4 Makanan Untuk Minimalisir Gangguan Hipotiroid: Manfaatkan Ketumbar hingga Kacang-kacangan
Baca juga: Mengenal Tiroid dan Gejala Penyakitnya, Ternyata Bisa Diatasi dengan Ketumbar

1. Kurangi konsumsi sayuran kale
Melansir dari laman Prevention, Anda harus mengurangi mengonsumsi sayuran kale.
Meskipun kale menjadi salah satu sayuran yang kaya akan nutrisinya, ternyata memiliki efek buruk untuk kelenjar tiroid.
Terutama jika Anda mengonsumsi kale terlalu berlebihan tanpa mengetahui takaran yang sesuai.
Perlu Anda tahu jika kale mengandung goitrogen yang bisa menurunkan fungsi kinerja tiroid.
Seorang Ahli Gizi dari The Herbal Alchemist Grabrielle Francis membenarkan hal tersebut.
Ternyata bukan hanya kale saja, ia mengatakan jika beberapa sayuran yang masih berkerabat dengan kale juga memiliki efek yang sama.
Beberapa sayuran di antaranya ialah brokoli, kol dan kembang kol juga berdampak buruk bagi tiroid jika berlebihan.
Terlebih lagi apabila Anda hobi mengonsumsi sayuran-sayuran dari keluarga kale dalam kondisi mentah.
Kandungan goitrogen akan ditemui lebih tinggi pada keadaan tersebut.
Untuk lebih amannya, Anda dapat merebus atau mengukusnya terlebih dahulu.
Sebagai solusi lainnya, Anda juga dapat memasaknya dengan rumput laut.
Goitrigen diketahui bisa meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap zat yodium.
Jika Anda mengonsumsinya dengan rumput laut, maka rumput laut dapat menetralisirnya.
Baca juga: Miliki Masalah Hormonal pada Kelenjar Tiroid? Coba Atasi dengan Memanfaatkan Ketumbar
Baca juga: Kenali Manfaat Ketumbar untuk Mengatasi Hipertiroidisme & Hipotiroidisme, Gangguan Kelenjar Tiroid
2. Perbanyak manfaatkan ketumbar
Dilansir dari laman 24 Mantra Organic, dalam kelenjar tiroid yang kekurangan vitamin B12 memang akan menyebabkan kandungan hormonnya tak seimbang.
Oleh karena itu, penyakit hipotiroidisme tidak boleh dianggap remeh.
Ketumbar diketahui memiliki kandungan vitamin B12 yang tinggi.
Sehingga dapat mengurangi salah satu gejala dari hipotiroidisme, yakni nyeri pada sendi.
Apabila Anda mengalami gejala tersebut, Anda bisa memanfaatkan air rebusan ketumbar untuk mengobatinya.
Kandungan vitamin dalam air ketumbar akan mengatur kadar kolesterol dalam tubuh manusia.
Jika Anda seorang ibu hamil yang mengalami gejala tersebut, menurut artikel yang kami lansir, Anda tetap bisa mengonsumsinya.
Namun di beberapa artikel yang kami temui, seorang ibu hamil dilarang mengonsumsi air ketumbar terlalu banyak.
Untuk mendapatkan manfaat yang lebih baik, Anda bisa mengonsultasikannya kepada dokter kandungan Anda sebelum mengonsumsi air ketumbar.
Baca juga: Tingkatkan Kinerja Kelenjar Tiroid dengan Konsumsi Ketumbar, Simak Manfaatnya Berikut Ini
Baca juga: Mengenal Apa Itu Gejala Tiroid dan Peran Ketumbar dalam Membantu Mengobatinya, Berikut Penjelasannya

Hipertirodisme Bisa Timbulkan Benjolan di Leher
Hipertiroidisme adalah keadaan yang disebabkan akibat kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid yang berlebihan.
Hipertiroidisme umumnya menimbulkan gejala seperti iritabilitas, disforia, tidak tahan panas, palpitasi, dan keringat yang berlebihan.
Selain itu, berat badan menurun namun nafsu makan meningkat, diare, polyuria, serta dapat juga terdapat benjolan yang membesar di leher yang ikut bergerak saat menelan.
Berdasarkan etiologinya hipertiroidisme dapat dibagi menjadi beberapa kategori, secara umum hipertiroidisme yang paling banyak ditemukan adalah penyakit Graves, toxic adenoma, dan multinodular goiter.
Penyakit Graves merupakan penyebab hipertiroidisme yang paling utama (60%-80%).
Faktor-faktor risiko seseorang untuk terkena hipertiroidisme sebagai berikut:
a. Memiliki riwayat gangguan tiroid sebelumnya seperti goiter atau pernah menjalani operasi kelenjar tiroid.
b. Memiliki riwayat penyakit autoimun seperti diabetes melitus dan gangguan hormonal.
c. Adanya riwayat gangguan tiroid di keluarga.
d. Mengkonsumsi iodin dalam jumlah berlebihan secara kronik.
e. Menggunakan obat-obatan yang mengandung iodin seperti amiodarone.
f. Berusia lebih dari 60 tahun
(TribunPalu/Hakim)