'Cukup Sudah Kita Hitung Orang Mati di Papua' KKB Merajalela, Sosok Ini Kirim Pesan ke Jokowi

Kepada Presiden Jokowi, sosok yang satu ini menyampaikan pesan yang amat mengharukan terkait insiden mengerikan yang terjadi di daerah bergolak Papua.

Handover
Foto Ilustrasi - Anggota KKB Papua. 

Dilansir POS-KUPANG.COM dari Tribun-Papua.com, Maiton Gurik mengungkapkan pendapatnya tersebut, di Kotaraja, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Senin 18 Juli 2022.

Selama ini, katanya, pengiriman atau penambahan personel TNI dan Polri dalam jumlah besar ke Provinsi Papua, ternyata belum menyelesaikan masalah.

Penebalan prajurit TNI Polri itu, lanjut dia, ternyata cenderung menimbulkan masalah baru atau tidak menyelesaikan persoalan.

Oleh karena itu, katanya, pemerintah perlu mengkaji ulang keputusan yang diambil selama ini, dan segera ambil langkah-langkah yang lebih tepat untuk menyudahi persoalan di Tanah Papua ini.

Baca juga: Polisi Sebut KKB Papua Bantai Warga Sipil di 4 Lokasi Berbeda  

Maiton mengatakan, dengan dikirimnya ratusan hingga ribuan personel ke Papua, bukannya menyelesaikan konflik melainkan menambah permasalahan.

"Sebab, penambahan pasukan tidak akan menyelesaikan masalah. Bahkan penambahan pasukan itu menciptakan masalah di atas masalah," tegasnya.

Masalah yang dimaksud, adalah seringnya terjadi pertumbahan darah di bumi pertiwi, dan para korban kebanyakan warga sipil.

Menurut Maiton, Presiden Jokowi, para jenderal dan semua pengambil kebijakan, jangan menganggap remeh konflik di Papua, khususnya di Kabupaten wilayah Kabupaten Nduga.

"Karena itu, cara-cara humanis, dialog dan dialektika yang harus diutamakan untuk mengakhiri konflik di Papua," katanya.

Maiton menjelaskan, jika tidak pakai cara-cara itu, maka potensi konflik ke depan akan terus meluas.

Akibatnya bisa menjadi lebih fatal dan membahayakan kenyamanan dan nyawa warga sipil yang ada di daerah-daerah konflik di Papua.

"Sudah cukup kita tiap hari menghitung orang mati karena konflik antara TPNPB dan TNI POLRI di Papua. Sementara, pemerintah pusat maupun daerah tidak punya niat dan hati yang serius mau menyelesaikan secara cepat dan seksama," ucapnya.

Ia menambahkan,Lempar Papua sangat prihatin dengan konflik yang menghilangkan nyawa manusia ini.

"Kiranya,Penembakan yang terjadi di Nduga sampai menyebabkan 10 orang tewas itu, perlu dilihat serius oleh Presiden hingga petinggi lainya,"tandasnya. (*)

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved