OPINI

Pengaruh Media Sosial Dalam Membangun Opini Publik

Perkembangan teknologi informasi yang semakin massif dalam mempengaruhi kehidupan manusia. salah satunya adalah teknologi yang berbasis media sosial.

Penulis: Citizen Reporter | Editor: Salam Kerimov
HandOver
Muhammad Qadri 

Sebagai saluran komunikasi politik, media sosial memiliki kekuatan memberikan pengaruh dan menentukan perilaku politik, karena media sosial dapat berperan dalam membentuk opini publik.

Pengelolaan opini publik yang baik, memiliki peran dalam memenangi satu pertarungan politik untuk memperoleh pengaruh dari kalangan masyarakat.

Bagi kekuatan politik yang akan ikut bertarung dalam pemilihan umum, seperti dalam pemilihan presiden, kepala daerah dan anggota legislatif, penting untuk memanfaatkan media sosial secara efisien dan efektif untuk menyampaikan pesan-pesan politiknya.

Baca juga: Komisioner Bawaslu Sulteng Nasrun Ajak Warga dalam Pengawasan

Namun terlepas daripada itu, kebebasan dalam menggunakan dan berbagi pesan politik di media sosial harus juga menjadi kewajiban bagi penyelenggara media sosial dalam memenuhi hak publik untuk mengetahui (people rights to know) dengan memberikan ragam informasi yang mengedukasi, mencerahkan serta menumbuhkan rasa cinta kepada Tanah Air.

Lebih jauh lagi media sosial kini berperan cukup penting dalam memengaruhi masyarakat bagi pembentukan opini publik yang amat diharapkan bagi pelaku politik praktis di negeri ini untuk bisa memenangkan kontestasi politik.

Pada titik ini peranan media Sosial dalam memengaruhi opini publik terhadap tokoh atau pelaku politik praktis boleh jadi bisa berkembang pada iklim demokrasi yang tidak sehat dikarenakan pandangan subyektif media Sosial atas tafsiran pemahaman.

Melalui media sosial, substansi pesan-pesan politik lebih cepat dan mudah dicerna oleh khalayak.

Media sosial juga sangat efektif digunakan sebagai media komunikasi khususnya dalam memberikan informasi dan menerima umpan balik dari khalayak.

Umpan balik dari khalayak dapat mendekatkan dan merapatkan hubungan antara komunikator politik dengan masyarakat.

Sehingga dengan kemasan informasi yang baik, khalayak akan mudah memahami pesan-pesan politik yang disampaikan oleh komunikator politik.

Pada akhirnya, melalui penyampaian pesan-pesan politik yang tepat dan dilakukan secara efektif akan mampu menarik simpati masyarakat sehingga mereka akan menerima maksud yang diinginkan oleh komunikator politik.

Pada prinsipnya, komunikasi politik tidak hanya terbatas pada even-even politik seperti pemilu saja, tetapi komunikasi politik mencakup segala bentuk komunikasi yang dilakukan dengan maksud menyebarkan pesan-pesan politik dari pihak-pihak tertentu untuk memperoleh dukungan massa.

Secara teoritis fenomena komunikasi politik yang berlangsung dalam suatu masyarakat, seperti telah diuraikan sebelumnya, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dinamika politik, tempat komunikasi itu berlangsung. Karena itu, kegiatan komunikasi politik di Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dari proses politik nasional yang menjadi latar kehidupannya.

Dari keadaan yang ada dan pentingnya media sosial dalam dasawarsa ini, tak salah kiranya media sosial menjadi entitas “partai maya”.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved