OPINI

Pengaruh Media Sosial Dalam Membangun Opini Publik

Perkembangan teknologi informasi yang semakin massif dalam mempengaruhi kehidupan manusia. salah satunya adalah teknologi yang berbasis media sosial.

Penulis: Citizen Reporter | Editor: Salam Kerimov
HandOver
Muhammad Qadri 

Sebutan dengan menggunakan istilah “partai maya” hanyalah ungkapan bahwa telah terjadi mis-kanalisasi artikulasi dan agregasi kepentingan yang ada dalam masyarakat, khususnya menyangkut fungsi yang dimiliki oleh partai politik dan juga pemerintah.

Pada akhirnya kondisi ini memaksa publik mencari jalan untuk dapat menyalurkan aspirasinya. Tersumbatnya kanal aspirasi ini akhirnya menyebabkan pilihan jatuh pada media sosial.

Adanya kebuntuan aspirasi ini menyebabkan semakin intensnya pengguna media sosial. Melihat kenyataan ini, para penyelenggara negara pun akhirnya banyak yang menjadikan media sosial sebagai jembatan untuk menyerap aspirasi publik di samping juga menjadi media sosialisasi program atau kebijakan yang telah dilakukannya. Sebut saja Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Mastura, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, dan elit politik lainnya.

Bahkan Presiden Joko Widodo pun jika ditracking maka akan didapatkan akun media sosial yang aktif serta memberikan informasi yang berkaitan dengan program kerja maupun memperlihatkan kinerja kerja dari kabinet-kabinet pemrintahan yang beliau pimpin.

Dalam beberapa kasus, media sosial telah menggeser peran media konvensional. Bukan hanya berita positif yang disiarkan media sosial. Berita bohong (hoaks), berita palsu (fake news), atau informasi negatif lainnya juga disiarkannya. Informasi dari media sosial itu, termasuk yang negatif, bahkan mampu menggilas opini publik yang telah terbentuk oleh media konvensional.

Baca juga: Bawaslu Sulteng Umumkan Komposisi Periode 2022-2027, Jamrin Tetap Ketua

KESIMPULAN

Adapun pengaruh dari media sosial dalam membangun opini publik adalah, dimana komunikasi publik terdapat media sosial yang dapat dijadikan sebagai penghubung antara komunikator publik atau bahkan politik dengan masyarakat.

Sebagai saluran komunikasi publik, media sosial memiliki kekuatan memberikan pengaruh dan menentukan perilaku politik, karena media sosial dapat berperan dalam membentuk opini publik.

Pengelolaan opini publik yang baik, memiliki peran dalam memenangi satu pertarungan untuk memperoleh pengaruh dari kalangan masyarakat.

Media sosial juga sangat efektif digunakan sebagai media komunikasi khususnya dalam memberikan informasi dan menerima umpan balik dari khalayak.

Umpan balik dari khalayak dapat mendekatkan dan merapatkan hubungan antara komunikator publik atau bahkan politik dengan masyarakat.

Penggunaan media sosial dengan kemasan informasi yang baik, khalayak akan mudah memahami pesan-pesan politik yang disampaikan oleh komunikator publik.

Pada akhirnya, melalui penyampaian pesan-pesan politik yang tepat dan dilakukan secara efektif akan mampu menarik simpati masyarakat sehingga mereka akan menerima maksud yang diinginkan oleh komunikator publik.

 

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved