Minggu, 3 Mei 2026

Pilpres 2024

Bukannya Anies Baswedan, Pemilih Partai Nasdem Ternyata Lebih Suka Ganjar Pranowo

Berdasarkan hasil jajak pendapat Litbang Kompas, Anies Baswedan ternyata tidak menjadi favorit pemilih dari Partai Nasdem.

Tayang:
Handover
Anies Baswedan ternyata tidak menjadi favorit pemilih dari Partai Nasdem. Justru, nama Ganjar Pranowo yang lebih banyak dipilih. 

TRIBUNPALU.COM - Partai Nasdem telah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai jagoan di Pilpres 2024 mendatang.

Namun, nama Anies Baswedan ternyata tidak menjadi favorit pemilih dari Partai Nasdem.

Justru, ada nama lain yang lebih disukai pemilih Partai Nasdem ketimbang Anies Baswedan.

Hal itu terlihat dari hasil jajak pendapat Litbang Kompas yang berlangsung 24 September hingga 7 Oktober 2022.

Baca juga: Diusung Partai Nasdem, Pemilih Anies Baswedan Malah Kebanyakan dari Partai Demokrat dan PKS

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menempati urutan pertama dengan elektabilitas 26,9 persen.

Angka itu meningkat sekitar 5 persen ketimbang survei yang sama pada Juni 2022.

Kala itu, Ganjar Pranowo dipilih oleh 21,6 persen responden pemilih Partai Nasdem.

Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu mengungkapkan, hasil itu menunjukkan bahwa relasi antara Partai Nasdem dan Anies Baswedan belum cukup kuat.

Pasalnya, Anies adalah capres yang telah diusung oleh Partai Nasdem. Tetapi, keputusan itu nampak belum diikuti oleh para kader di bawah.

“Dari sisi responden Partai Nasdem, nama Anies Baswedan justru berada di urutan ketiga yang paling banyak dipilih oleh pemilih partai ini dengan raihan elektoral mencapai 15,4 persen,” ungkap Yohan dikutip dari Harian Kompas, Selasa (25/10/2022).

Selain Ganjar, pemilih Partai Nasdem juga lebih banyak memilih Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Nama Prabowo berada di urutan kedua dengan elektabilitas 17,3 persen.

“Tiga nama, baik Ganjar, Prabowo, maupun Anies, memang sebangun dengan pilihan publik secara umum terhadap bursa calon presiden,” ujar Yohan Wahyu.

Untuk diketahui, jajak pendapat ini melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 34 provinsi.

Survei dilakukan dengan metode tatap muka. Sedangkan sampel ditentukan secara acak melalui metode sistematis bertingkat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved