Viral

FAKTA BARU Penemuan Brankas Narkoba di UNM Makassar, 4 Orang Diciduk Sedang Pesta Narkoba

Heboh penemuan brankas Narkoba di Universitas Negeri Makassar (UNM). Saat ditemukan, 4 orang ditemukan dilokasi sedang pesta narkotika.

handover
UNM Makassar. Heboh penemuan brankas Narkoba di Universitas Negeri Makassar (UNM). Saat ditemukan, 4 orang ditemukan dilokasi sedang pesta narkotika. 

Kemudian SAH, MA, AG dan M ditangkap di Kampus UNM Parangtambung.

Serta RR ditangkap di Perum Jongaya Jl Muh Tahir.

Jaringan Narkotika UNM Dikontrol Dari Rutan Jeneponto dan Lapas Watampone

Kapolda Sulsel Irjen Pol Setyo Boedi mengungkapkan, jaringan narkotika ini berasal dari Rutan Jeneponto dan Lapas Watampone

"Hasil introgasi dan pengembangan SAH seluruh barang bukti narkotika sabu dan ganja milik lelaki SN di Rutan Jeneponto," kata Irjen Setyo

"Kemudian ganja diperoleh dari salah seorang mahasiswa UNM yang belum diketahui identitasnya," lanjutnya.

Kemudian, SAH juga mengungkapkan, sudah mengirim narkotika jenis sabu sekitar 50 gram tujuanTernate, Maluku Utara melalui jasa pengiriman kargo SPAX atas nama pesanan TR yang berada di Lapas Watampone.

Barang Bukti brankas dan HP dari pengungkapan jaringan narkotika di Kampus UNM, Minggu (12/6/2023).

 
Barang Bukti brankas dan HP dari pengungkapan jaringan narkotika di Kampus UNM, Minggu (12/6/2023).   (FAQIH/TRIBUN TIMUR)

Respon Kampus UNM Makassar

Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Husain Syam meminta Polda Sulsel mengusut tuntas temuan bunker narkoba di dalam kampus yang ia pimpin.

Sejauh ini, ia mengaku tidak pernah menerima laporan adanya penyimpanan narkoba dalam kampus UNM.

“Setahu saya, tidak pernah ada laporan adanya penyimpanan narkoba di dalam kampus UNM. Kalau seandainya itu ada, pertanyaan saya adalah siapa yang terindikasi melakukan penyimpangan narkoba dalam kampus,” kata Prof Husain Syam.

Untuk itu, ia menegaskan bahwa pernyataan Dirnarkoba Polda Sulsel Kombes Pol Dodi Rahmawan terkait adanya bunker narkoba dalam kampus harus diungkap secara terang benderang.

“Jika ada oknum yang menyatakan ada, lalu tidak diketahui dengan jelas siapa oknumnya, maka bisa juga diduga ada oknum berusaha menciptakan spekulasi dengan cara membawa masuk narkoba dan kemudian dia sendiri yang menemukan,” katanya.

“Karena itu, jika terungkap ada narkoba ditemukan, maka harus diupayakan untuk menemukan siapa oknum pelakunya,” Prof Husain Syam menambahkan.

Ia juga menegaskan mengutuk keras jika ada oknum bawahannya terlibat.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved