Pemilu 2024 Sulteng

Caleg DPR RI Fifi Mutiah, Menyuarakan Isu Kesehatan Menuju Senayan

Caleg DPR RI Dapil Sulteng, Fifi Mutiah, didampingi suaminya saat bertemu dengan para awak media di Warkop Ruang Rasa Kawasan Tugu Adipura Luwuk, Kabu

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
TribunPalu.com/Asnawi Zikri
Caleg DPR RI Dapil Sulteng, Fifi Mutiah, didampingi suaminya saat bertemu dengan para awak media di Warkop Ruang Rasa Kawasan Tugu Adipura Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (3/8/2023) malam. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Fifi Mutiah, seorang dokter alumni Fakultas Kedokgteran Universitas Indonesia, tengah membidik kursi DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Tengah (Sulteng).

Ia memulai langkah politiknya dengan tujuan membawa aspirasi masyarakat Sulteng menuju kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik.

Fifi Mutiah, didampingi suaminya yang merupakan purnawiran Polri berpangkat Irjen Polisi, menyatakan niatnya untuk terjun ke dunia politik agar dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat Sulteng.

Salah satu fokus utamanya adalah meningkatkan layanan kesehatan serta memperjuangkan hak warga Sulteng untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Baca juga: Peringati HDKD Ke-78, Imigrasi Banggai Baksos Bersihkan TMP Tanjung Tuwis

Dalam rangka memperkenalkan dirinya lebih luas dan memperoleh dukungan dari masyarakat, Fifi Mutiah berencana menyelenggarakan beberapa kegiatan sosial.
Di antaranya termasuk pengobatan gratis, khitanan massal, sosialisasi stunting untuk membantu pemerintah, dan memberikan penyuluhan bagi UMKM.

"Di tengah masa pandemi, hanya UMKM hanya mampu bertahan, sedangkan industri besar tumbang. Ini bukti pentingnya peran UMKM dalam perekonomian," kata Fifi kepada sejumlah awak media di Warkop Ruang Rasa, Kawasan Tugu Adipura Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (3/8/2023) malam.

Salah satu hal yang menjadi perhatian serius bagi Fifi Mutiah adalah tak ada keterwakilan Sulteng di Komisi 9 yang menangani masalah kesehatan, BPJS, dan ketenagakerjaan.

Ia menyadari bahwa Sulteng masih tertinggal dibandingkan dengan provinsi lain seperti Gorontalo dan Sulawesi Selatan dalam bidang kesehatan.

Baca juga: Semarak Kemerdekaan Indonesia di Banggai: Siswa-siswi Latihan Gerak Jalan di RTH Teluk Lalong

Oleh karena itu, ia berjanji akan berjuang agar Sulteng dapat memiliki perwakilan yang lebih kuat dan dapat berkontribusi aktif dalam pengambilan kebijakan terkait kesehatan dan ketenagakerjaan di tingkat nasional.

Fifi juga memperhatikan permasalahan kualitas pelayanan BPJS di daerahnya. Meskipun program BPJS merupakan langkah maju yang baik, Fifi mengakui bahwa pelayanannya harus ditingkatkan agar lebih efektif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ia berharap dapat memperjuangkan anggaran yang lebih memadai untuk memastikan pelayanan kesehatan dan obat-obatan tersedia dengan mudah di Sulteng, sehingga warga tidak perlu lagi mengalami kesulitan dalam mengaksesnya.

Fifi juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap minimnya fasilitas kesehatan di Sulteng.

RS Tipe A belum ada di wilayah tersebut, bahkan di Kota Palu pun belum tersedia. Ia berjanji untuk memperjuangkan pembangunan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap dan memadai, seperti RS jantung dan CT Scan agar masyarakat Sulteng tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan perawatan medis.

"CT Scan saja hanya ada di RS Bhayangkara. Nah, hal-hal seperti yang perlu diperhatikan agar masyarakat dapat terlayani dengan baik," kata Caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved