Senin, 13 April 2026

Pilpres 2024

Mesra dengan Prabowo Subianto, PSI Dinilai Kecewa 'Tak Dianggap' PDIP

PSI menunjukkan kecenderungan untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Partai Gerakan Indonesia Raya.

Handover
PSI mengundang Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto untuk berkunjung ke kantor PSI di Jakarta Pusat pada Rabu (2/8/2023) sore. 

TRIBUNPALU.COM - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menunjukkan kecenderungan untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Bukti dari kedekatan ini tampak saat PSI mengundang Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto untuk berkunjung ke kantor PSI di Jakarta Pusat pada Rabu (2/8/2023) sore.

Para pengamat politik berpendapat bahwa langkah ini mungkin merupakan respon terhadap dinamika politik yang melibatkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

"PSI berkomunikasi dengan Gerindra ini kan rasa-rasanya karena bentuk kemarahan, bentuk kekecewaan PSI yang dukungan politiknya sepertinya tidak terlampau dianggap oleh PDI-P saat mendukung Ganjar Pranowo," kata Pengamat politik, Adi Prayitno saat dihubungi, Sabtu (5/8/2023).

Adi mengatakan, basis konstituen PSI memang lebih condong kepada Ganjar Pranowo, bukan Prabowo Subianto.

Oleh karena itu, sejak awal PSI tanpa ragu langsung menyatakan dukungan kepada kader PDI-P itu sebagai bakal calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Akan tetapi karena dukungan PSI kepada Ganjar tak terlalu diakui PDI-P, hal ini membuat PSI membuka diri kepada Prabowo Subianto.

"Itu faktual di mana PSI secara politik basis konstituennya lebih ke Ganjar Pranowo. Tapi karena dukungan PSI dalam rembug rakyat terhadap Ganjar tidak terlalui diakui oleh PDI-P maka PSI mulai membuka diri, membuka hati kepada Prabowo dan Gerindra untuk komunikasi," ucapnya.

Dia berpandangan ada sumbatan komunikasi antara PSI dan PDI-P.

Adi juga memandang ke depannya arah politik PSI bisa berubah. Lebih lanjut, Adi juga menilai jika nantinya PSI memberi dukungan kepada Prabowo, hal itu akan memberi dampak signifikan untuk memperluas basis dukungan.

Direktur Eksekutif Parameter Politik itu menegaskan, sekecil apa pun dukungan, tentu akan menambah suara dalam Pilpres.

"Oleh karena itu suara PSI sekalipun tidak lolos ke parlemen tetaplah signifikan untuk menambah kekuatan dukungan politik bagi Prabowo lah, kalau jadi berkoalisi tentu catatannya," ucapnya.

Prabowo sambangi PSI

Kedatangan Prabowo ke DPP PSI pada Rabu lalu lantaran mendapat undang dari partai yang dipimpin Giring Ganesha.

PSI pun menyambut kedatangan rombongan Gerindra ini secara hangat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved