Sulteng Hari Ini

Libatkan PT Agro Nusantara, BPDPKS Latih Petani Budidaya Sawit di Sulteng

Kelapa Sawit merupakan komoditas perkebunan yang memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi lndonesia.

Editor: mahyuddin
handover
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit alias BPDPKS bersama PT LPP Agro Nusantara dan Program dari Direktorat Jenderal Perkebunan melaksanakan pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit dalam Program Pengembangan SDM Perkebunan. Pelatihan itu berlangsung di Hotel Best Western Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Jumat (25/8/2023). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, PALU - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit alias BPDPKS bersama PT LPP Agro Nusantara dan Program dari Direktorat Jenderal Perkebunan melaksanakan pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit dalam Program Pengembangan SDM Perkebunan.

Pelatihan itu berlangsung di Hotel Best Western Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Jumat (25/8/2023).

Kegiatan itu dipimpin Pujangga Yultama Tigana.

Ketua Sekretariat Tim Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Ditjen Perkebunan Eva Lizarmi mengatakan, Kelapa Sawit merupakan komoditas perkebunan yang memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi lndonesia.

Kata Eva, Sebagai penghasil Kelapa Sawit terbesar di dunia, industri kelapa sawit telah menyediakan lapangan pekerjaan sebesar 16 juta tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung.

Selain itu, sejak tahun 1990 perkebunan kelapa sawit di lndonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, terutama luas arealnya.

"Areal perkebunan kelapa sawit tersebar di 26 provinsi di Indonesia dan berdasarkan Badan Pusat Statistik mencatat, luas perkebunan kelapa sawit Indonesia mencapai 14,99 juta hektare (ha) pada 2022," ujar Eva Lizarmi.

Baca juga: Korupsi Dana Hibah di Bawaslu Sulteng, Oknum Diduga Terlibat Kembalikan Uang Negara dengan Dicicil

Menurutnya, Jumlah tersebut meningkat 2,49 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya yang seluas 14,62 juta hektare.

"Keberhasilan kelapa sawit dalam meningkatkan perekonomian Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran petani swadaya yang telah berkontribusi dalam peningkatan produksi kelapa sawit hingga menjadikan Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia," jelas Ketua Sekretariat Tim Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Ditjen Perkebunan.

Eva menyebutkan, hingga saat ini petani swadaya masih menghadapi berbagai permasalahan yang perlu segera diselesaikan baik oleh Pemerintah maupun pihak lain yang terlibat.

Hal itu meliputi produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat masih terhitung rendah dibanding dengan perkebunan besar.

Sehingga salah satu tantangan industri KelapaSawit ke depan adalah meningkatkan produktivitas Kelapa Sawit, terutama pada perkebunan kelapa sawit rakyat.

Perkembangan dan pembangunan industri Kelapa Sawit tidak terlepas dari peran Sumber Daya Manusia (SDM) di dalamnya, sehingga peran SDM dalam industri ini menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan dan dijadikan fokus utama demi kemajuan industri.

"Pengembangan SDM kelapa sawit memang telah menjadi program yang fokus dijalankan oleh BPDPKS. Program ini merupakan bagian dari strategi integrasi hulu-hilir dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit," tuturnya.

Baca juga: Ratusan Peserta Ramaikan Turnamen Panahan Tradisional se Sulteng di Banggai

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved