Sulteng Hari Ini

Libatkan PT Agro Nusantara, BPDPKS Latih Petani Budidaya Sawit di Sulteng

Kelapa Sawit merupakan komoditas perkebunan yang memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi lndonesia.

Editor: mahyuddin
handover
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit alias BPDPKS bersama PT LPP Agro Nusantara dan Program dari Direktorat Jenderal Perkebunan melaksanakan pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit dalam Program Pengembangan SDM Perkebunan. Pelatihan itu berlangsung di Hotel Best Western Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Jumat (25/8/2023). 

"Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, profesionalisme, kemandirian dan dedikasi pekebun, tenaga pendamping dan masyarakat perkebunan kelapa sawit lainnya. Programnya terbagi ke dalam empat fokus utama yaitu pelatihan, pendidikan, penyuluhan, serta pendampingan dan fasilitasi," tutur Eva.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulawesi Tengah Maya Malania Noor menuturkan, pelatihan dalam rangka menjaga perkebunan Kelapa Sawit yang berkelanjutan.

Kata Maya, Peraturan tersebut menjadi dasar penetapan langkah teknis pengembangan kelapa sawit secara terencana dan tepat sasaran serta menyediakan skala prioritas bagi pengembangan sumber daya pekebun kelapa sawit.

"Salah satunya terwujud dalam program perkembangan SDM perkebunan kelapa sawit yang dilaksakanan hari ini," sebut Maya Malania Noor.

Menurutnya, Peningkatan suplay kelapa sawit diantaranya dengan menaikan produktivitas yang sesuai dengan target dan mutu produksi CPO yang sesuai.

"Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu sentra produsen CPO mencapai kurang lebih 143 ribu di tahun 2021 dan menjadi yang terluas di pulau sulawesi. Produktivitas untuk perkebunan kelapa sawit swadaya masih cukup rendah yaitu pada kisaran 3 ton CPO per hektare," jelas Maya.

"Hal ini menjadi perhatian bagi kita dan diperlukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas lahan kita tersebut khususnya dari segi teknis budidaya tanaman kelapa sawit," ujarnya menambahkan.

Kata Maya, Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman bagi peserta tentang budidaya tanaman kelapa sawit yang terbaik mulai dari persiapan lahan, pembibitan, perawatan, hingga pemupukan sampai dengan pengendalian hama.

Diketahui Pelatihan teknis Budidaya Kelapa Sawit kali ini merupakan kegiatan dari BPDPKS bekerjasama dengan PT LPP Agro Nusantara dan Direktorat Jenderal Perkebunan.

Pelatihan selama 5 hari yakni mulai 25 sampai denan 29 Agustus 2023 yang ditujukan bagi pekebun kelapa sawit.

Hal itu sebagai salah satu upaya BPDPKS dalam membangun dan mempersiapkan SDM industri kelapa sawit, baik di sektor hulu dan maupun hilir di Industri Kelapa Sawit.

Program pengembangan SDM sawit yang dilaksanakan di Palu merupakan Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Angkatan 3 dengan peserta dari Pekebun Kelapa Sawit dari Kabupaten Morowali Utara.

Nantinya peserta berkesempatan mendapatkan pengalaman studi praktik langsung mengenai teknis budidaya kelapa sawit di perkebunan kelapa sawit Pasangkayu dan akan didampingi langsung tenaga pengajar dan praktisi perkebunan yang kompeten dan profesional.

Tujuan akhir dari program Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit bagi pekebun adalah untuk memberikan pemahaman kepada pekebun tentang regulasi dan kebijakan, menyiapkan pekebun kelapa sawit rakyat untuk memiliki kemampuan dalam teknis penyiapan lahan kelapa sawit.

Baca juga: Kejati Sulteng Segera Umumkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi IPCC Untad

Hal ini selaras dengan visi dan misi dari BPDPKS yaitu menjadi pengelola dana yang berperan dalam pengembangan kelapa sawit berkelanjutan sebagai salah satu komoditas strategis Indonesia.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved