Minggu, 10 Mei 2026

Pilpres 2024

FX Rudy Geram PDIP Disebut Main Dua Kaki Soal Gibran, Sempat Menangis saat Bertemu Megawati

Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, bertemu dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, kemarin.

Tayang:
Handover
Gibran Rakabuming dan Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo. 

TRIBUNPALU.COM - Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, bertemu dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, kemarin, Kamis (26/10/2023).

Pertemuan tersebut berlangsung selama sekitar 2 jam.

Tujuan pertemuan ini adalah untuk melaporkan isu-isu terkini dalam politik, termasuk mengenai isu Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang kini secara resmi menjadi pendamping Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.

"Yang jelas kemarin saya melapor kepada Ketua Umum. Saya minta waktu memang setelah saya statement. Minta waktu untuk melapor pada Ibu karena semua diminta untuk silent," kata FX Rudy, Jumat (27/10/2023) dikutip dari TribunSolo.com. 

Ia menyampaikan, Megawati tidak mengungkapkan kekecewaan mengenai manuver politik Gibran. 

"Enggak (kecewa). Ibu ceria. Hal seperti itu biasa. Cuma kelasnya tingkatan kepala daerah presiden juga baru kali ini," katanya. 

Tak Terima Megawati Disebut Bermain Dua Kaki 

FX Rudy mengaku tak terima Megawati juga ikut disalahkan buntut manuver Gibran. 

Menurutnya, akibat sikap Gibran ini PDIP maupun Megawati juga mendapat sentimen negatif karena dinilai bermain dua kaki. 

Megawati dinilai bermain dua kaki karena membiarkan kadernya menyeberang tanpa menanggalkan statusnya sebagai anggota partai.

"Bu, kalau salah siap salah. Ibu menyampaikan, 'Ndak apa-apa. Karena itu memang wilayahmu.' Saya statement di media karena Ibu dinilai dua kaki. Sehingga saya tidak menerima hal itu. Kalau ini dianggap salah ya saya mohon maaf."

"Karena Ibu dinilai dua kaki saya bilang Ibu saya tidak pernah bermain dua kaki. Karena ibu punya sikap dan punya komitmen," tuturnya.

FX Rudy mengaku, tak mau jika Ketua Umumnya itu terus di-bully dan dipojokkan. 

"Nangis dulu baru ngomong lagi. Saya mohon maaf karena sudah melanggar perintah Ketua Umum. Saya nggak mau ibu di-bully terus dipojokkan terus disalahkan terus," lanjutnya. 

Ia pun mengaku puas bisa menyampaikan curahan hatinya ini ke Megawati.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved