Selasa, 14 April 2026

Perang Gaza

Agresi Militer Israel Bidik Daerah Terpadat Pengungsi di Rafah, Mesir dan Jerman Bersuara

Rafah kini dipenuhi tenda sementara keluarga yang menyelamatkan dari dari agresi militer Israel.

Editor: mahyuddin
handover
Militer Israel berencana melanjutkan serangannya ke Rafah, Palestina. Kota Rafah terletak di sepanjang perbatasan Mesir, tempat perlindungan warga Palestuna yang melarikan diri dari pembantaian di Jalur Gaza. 

TRIBUNPALU.COM - Militer Israel berencana melanjutkan serangannya ke Rafah, Palestina.

Kota Rafah terletak di sepanjang perbatasan Mesir, tempat perlindungan warga Palestuna yang melarikan diri dari pembantaian di Jalur Gaza.

Rafah kini dipenuhi tenda sementara keluarga yang menyelamatkan dari dari agresi militer Israel.

Lebih dari satu juta pengungsi Palestina yang kelaparan, kedinginan, dan sakit menunggu rencana serangan Israel terhadap kota Rafah dengan anak-anak berkeliaran di jalanan “mencari sisa makanan”.

Menurut "Tel Aviv," tujuan utama operasi itu adalah untuk "mengambil kendali" dari "Philadelphi Axis", sebuah jalur sempit sepanjang 14 km yang memisahkan Palestina dari Mesir, membentang dari penyeberangan Karam Abu Salem yang dikuasai Israel, menghubungkan Jalur Gaza dan wilayah-wilayah pendudukan, hingga titik paling selatan di pantai Jalur Gaza.

Baca juga: Mahkamah Internasional hingga Pemerintah Amerika Jatuhkan Sanksi untuk Israel

Kairo berulang kali mengumumkan penolakannya terhadap rencana invasi darat tersebut, dan para pejabat Mesir memperingatkan bahwa hal itu sesuai dengan agenda Israel untuk mengusir warga Palestina dari Gaza menuju Sinai.

Perang Israel dengan Pejuang Kemerdekaan Palestina Hamas telah berlangsung 120 hari.

Itu sejak operasi darat yang dilancarkan militer Israel ke Jalur Gaza hingga meluas ke Tepi Barat yang diduduki.

Setidaknya 27.238 orang tewas dan 66.452 luka-luka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober.

Jumlah korban tewas di Israel akibat serangan Hamas 7 Oktober mencapai 1.139 orang.

Menlu Jerman Tegur Israel

Menteri Luar Negeri Annalena Baerbock memperingatkan Israel terhadap rencana serangan militer ke Rafah di bagian paling selatan Jalur Gaza.

“Mengambil tindakan sekarang di Rafah, tempat terakhir dan paling padat penduduknya, seperti yang diumumkan oleh Menteri Pertahanan Israel, tidak bisa dibenarkan,” kata Baerbock kepada organisasi media Redaktionsnetzwerk Deutschland (RND) dalam sambutannya yang dipublikasikan pada hari Sabtu.

“Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. Bayangkan saja. Mereka adalah anak-anak kita,” ujarnya.

Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB Volker Turk mengatakan dia “sangat khawatir dengan pernyataan Menteri Pertahanan Israel mengenai serangan militer ke Rafah”.

“Hal ini memicu peringatan akan banyaknya korban sipil dan pengungsian lebih lanjut ke lokasi yang tidak diketahui bagi lebih dari 1,5 juta warga Palestina yang sudah rentan dan diperintahkan masuk ke Rafah” oleh militer Israel, katanya dalam komentar yang diposting di media sosial.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved