Kamis, 14 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

Lukisan Tapak Tangan Prasejarah Morowali Utara, Potensi Wisata dan Situs Penting

Acara tersebut dibuka oleh Bupati Morowali Utara yang diwakili oleh Asisten II Bidang Pemerintahan Setdakab Morowali Utara, Ridwan Nonci. 

Tayang:
Editor: Regina Goldie
Handover
Badan Riset dan Inovasi Daerah ( Brida Sulteng ) bekerja sama dengan Universitas Tadulako menggelar Seminar Hasil Riset mengenai Lukisan Tapak Tangan Prasejarah di Kabupaten Morowali Utara. 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI UTARA – Badan Riset dan Inovasi Daerah ( Brida Sulteng ) bekerja sama dengan Universitas Tadulako menggelar Seminar Hasil Riset mengenai Lukisan Tapak Tangan Prasejarah di Kabupaten Morowali Utara.

Acara tersebut dibuka oleh Bupati Morowali Utara yang diwakili oleh Asisten II Bidang Pemerintahan Setdakab Morowali Utara, Ridwan Nonci. 

Dalam sambutannya, Ridwan Nonci menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya BRIDA, atas pelaksanaan riset Jejak Tapak Tangan Manusia Prasejarah di Goa Ganda-ganda, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara.

Baca juga: 
Ratusan Mahasiswa Ramaikan Edu Digifest 2024 di UIN Datokarama Palu

"Riset ini penting untuk pengembangan ilmu pengetahuan serta pemahaman tentang peradaban masa lalu. Selain itu, riset ini diharapkan dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi lokal melalui pariwisata," ujar Ridwan Nonci.

Saat ini, terdapat lima lokasi utama tempat ditemukannya tapak tangan prasejarah di Kecamatan Petasia, yakni di Desa Topohulu, Gunung Batu Putih, Desa Gili Lana, Tanjung Uge, dan Pulau Balasika di Desa Tana Uge.

Ridwan menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga keberadaan situs-situs ini. “Untuk menjaga situs-situs ini, tidak cukup hanya melibatkan pemerintah. Perlu ada kolaborasi dengan masyarakat, perusahaan tambang, penegak hukum, dan anggota dewan,” tambahnya.

Baca juga: 
KPU Sigi Terima Berkas Pendaftaran Rizal-Samuel Pongi Setelah Proses Verifikasi

Berdasarkan informasi yang diterima, tapak tangan prasejarah ini telah menarik banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Hal ini menunjukkan potensi situs ini sebagai objek wisata yang dapat mendukung ekonomi lokal.

Dalam pemaparannya, peneliti utama Haliadi Sadi menjelaskan bahwa lukisan tapak tangan yang ditemukan di Morowali Utara adalah objek diduga cagar budaya (ODCB) dan dilindungi oleh UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Lukisan ini diperkirakan dibuat oleh manusia purba yang hidup di gua pada masa peralihan dari berburu ke bercocok tanam.

Baca juga: 
Ruas Jl Balai Kota Selatan Ditutup Selama Proses Pendaftaran Calon Wali Kota Palu

Ismail, anggota tim penelitian, menjelaskan bahwa situs ini juga berkaitan dengan keberadaan ras Australomelanesid dan Mongoloid, yang merupakan nenek moyang masyarakat etnik Mori di Sulawesi Tengah.

Zainuddin Badollahi, anggota tim penelitian lainnya, menutup seminar dengan menjelaskan potensi wisata dari lukisan tapak tangan ini. "Keunikan dan nilai sejarah dari jejak tapak tangan ini menjadikan Goa Topogaro sebagai destinasi wisata warisan yang potensial," kata Zainuddin. Ia juga menekankan perlunya strategi pelestarian yang berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, peneliti, dan masyarakat lokal.

"Situs lukisan tangan ini bisa menjadi daya tarik wisata yang mendatangkan pengunjung dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berbagai sektor terkait," tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved