Sulteng Hari Ini
Makanan Berprotein Tinggi dengan Harga Terjangkau, Solusi Sehat untuk Semua Kalangan
Salah satu contoh makanan berprotein tinggi dengan harga terjangkau adalah telur.
TRIBUNPALU.COM - Tingginya kebutuhan masyarakat akan protein seringkali berhadapan dengan harga bahan makanan yang semakin mahal.
Namun, ada berbagai pilihan makanan berprotein tinggi yang tetap terjangkau dan mudah ditemukan di pasaran.
Dari tempe hingga ikan sarden kalengan, beberapa bahan pangan ini dapat menjadi solusi bagi mereka yang ingin hidup sehat tanpa membebani anggaran.
Salah satu contoh makanan berprotein tinggi dengan harga terjangkau adalah Telur.
Baca juga: Pemkab Banggai Peringati Hari Pahlawan Nasional, Kunjungi TMP dan Tabur Bunga
Selain mudah didapat, Telur mengandung protein berkualitas dan beragam nutrisi penting.
Kemudian, ada juga produk olahan kedelai seperti tempe dan tahu.
Dengan kandungan protein nabati yang tinggi dan harga yang murah, tempe dan tahu menjadi pilihan populer di kalangan masyarakat.
Untuk sumber protein hewani, ikan sarden kalengan seringkali dipilih sebagai alternatif.
Baca juga: ASN Telat Naik Pangkat, Novalina : Karena Jarang Update
Selain harganya yang lebih terjangkau dibandingkan ikan segar, sarden kaleng juga kaya akan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung.
Di sisi lain, dada ayam tanpa kulit juga masih menjadi pilihan bagi yang menginginkan sumber protein rendah lemak dengan harga yang relatif terjangkau.
Selain itu, kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang hijau, dan kacang merah juga tak kalah bermanfaat.
Makanan ini tidak hanya mengandung protein, tetapi juga serat yang baik untuk pencernaan.
Baca juga: Lantik KPPS Se-Kota Palu, KPU Tingkatkan Kapasitas KPPS untuk Wujudkan Pilkada Berkualitas
Bagi yang ingin sumber protein yang lebih beragam, ada juga yogurt tanpa tambahan gula, yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan.
Pilihan lain yang semakin populer adalah edamame.
| Realisasi Belanja Tinggi, APBN dan APBD Sulawesi Tengah Catat Defisit Per April 2026 |
|
|---|
| Muhammad Safri Bongkar Alur Pokir: DPRD Hanya Mengusulkan, Eksekusi di Tangan Pemda |
|
|---|
| Andi Ridwan Usul Pokir DPRD Dihapus, Sebut Fungsi Pengawasan Legislatif Lemah |
|
|---|
| Sahran Raden Pertanyakan Transparansi Pokir DPRD: Jangan Sampai Jadi Alat Politik Elektoral |
|
|---|
| Safri Sebut Pokir DPRD Berasal dari Aspirasi Warga Saat Reses: Diatur Undang-Undang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/hd-sai-hdias-hdi-ahsdas.jpg)