Minggu, 10 Mei 2026

Hari Kartini

Peringati Hari Kartini, Anggota DPRD Parimo Fathia Soroti Kesetaraan Gender

Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Fathia memberikan semangat emansipasi yang diwariskan Raden Ajeng (R.A) Kartini masih sangat relevan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
HANDOVER
HARI KARTINI - Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April menjadi refleksi penting bagi perempuan Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak mereka di tengah dinamika zaman. 

Namun demikian, Fathia tidak menutup mata terhadap tantangan yang masih dihadapi perempuan, terutama di wilayah seperti Parigi Moutong.

Ia menyoroti masih adanya kesenjangan dalam representasi politik dan jabatan publik.

"Di DPRD Parigi Moutong saat ini, dari 40 anggota, hanya tujuh yang perempuan. Artinya, secara persentase kita belum mencapai 30 persen keterwakilan yang ideal," katanya.

"Tapi kalau dibandingkan dengan lima tahun lalu, ini sudah menunjukkan peningkatan," imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa jabatan bupati dan wakil bupati di Parigi Moutong masih didominasi laki-laki.

Baca juga: SLB Huntap Palu Ikut Pembersihan dan Penanaman Pohon peringati Hari Bumi

Meski begitu, sudah ada kemajuan karena sejumlah posisi strategis di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini juga dijabat oleh perempuan, seperti kepala dinas dan sekretaris.

"Artinya ruang itu terbuka, tapi kita masih harus memperjuangkan lebih banyak keterlibatan perempuan di level pengambilan keputusan," ujarnya.

Tantangan lain yang menjadi perhatian Fathia adalah persoalan kekerasan terhadap perempuan yang masih tinggi, serta stereotip gender yang membatasi perempuan untuk berkembang.

Sebab, masih banyak perempuan jadi korban kekerasan, baik di rumah tangga maupun di tempat kerja.

"Ini menyedihkan. Belum lagi beban ganda, di mana perempuan harus bekerja di luar dan tetap bertanggung jawab penuh di rumah," jelasnya.

Ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam melanjutkan semangat Kartini dengan menghadirkan kebijakan yang mendukung perempuan.

Menurutnya, pemerintah perlu serius dalam mencegah kekerasan, memberikan perlindungan terhadap korban, serta menyediakan akses sumber daya yang merata.

Baca juga: PSU Parigi Moutong Alami Penurunan Partisipasi Pemilih, Sekda: Ini Konsekuensi yang Wajar

"Contohnya saja di pasar, kita bisa lihat banyak perempuan yang berjuang demi keluarga. Mereka berjualan demi pendidikan anak-anaknya. Itu bentuk perjuangan Kartini masa kini," ujarnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved