Rabu, 29 April 2026

Ibadah Haji 2025

Suhu Madinah 41 Derajat Celsius, Jemaah Haji Diminta Minum Oralit

Jemaah haji yang tiba di Madinah disambut cuaca gurun yang panas. Suhu di Madinah disebut mencapai 41 derajat Celsius.

|
Editor: Fadhila Amalia
Media Center Haji
JEMAAH HAJI - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kesehatan Bandara, dr. Jumiati Satrul membagikan oralit kepada jemaah haji yang baru tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Arab Saudi, Minggu (4/5/2025) 

TRIBUNPALU.COM - Jemaah haji yang tiba di Madinah disambut cuaca gurun yang panas. Suhu di Madinah disebut mencapai 41 derajat Celsius.

Dengan kelembaban rendah dan paparan sinar matahari yang tinggi, akan berdampak pada kesehatan yakni meningkatkan risiko dehidrasi dan heatstroke terutama bagi jemaah yang tidak terbiasa dengan cuaca panas.

Baca juga: Presiden Prabowo Minta Kemenag Turunkan Biaya Haji: Saya Belum Puas

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kesehatan mengimbau jamaah untuk rutin mengonsumsi oralit, minimal satu sachet per hari, dan membawa air minum saat beraktivitas di luar ruangan. 

Selain itu, jemaah disarankan menggunakan pelindung diri seperti topi, payung, dan masker kain lembab untuk melindungi saluran pernapasan dari udara kering.

"Kami berharap jamaah dapat menjaga kesehatan dengan baik agar dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk," ujar dr. Jumiati, salah seorang petugas PPIH Kesehatan. 

PPIH Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Bandara membagikan oralit kepada jamaah haji Indonesia yang baru tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, pada Minggu (4/5/2025).

Terlihat dr. Jumiati Satrul dan dr. Magda Lusiana membagikan oralit kepada jamaah dari Kloter 8 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG-08) yang baru tiba melalui jalur fast track. 

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H terus melakukan upaya preventif untuk mengantisipasi jemaah haji yang melempar jumrah di jamarat tidak kelelahan. (Surya/Galih Lintartika)
Mereka menyasar terutama jemaah lanjut usia yang rentan mengalami kekurangan cairan tubuh.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah dehidrasi akibat suhu panas ekstrem di Tanah Suci.

"Oralit merupakan cairan yang mengandung air, gula, dan garam dengan takaran tepat. Fungsinya untuk mencegah dehidrasi, terutama pada lansia," ujar dr. Jumiati di Bandara Madinah.

Dokter spesialis penyakit dalam asal Sulawesi Selatan ini menjelaskan bahwa oralit memiliki beberapa manfaat penting bagi jamaah haji. 

 Tim Emergency Sektor (TEMS) haji sedang menangani jemaah haji yang mengalami heatstroke. Tim medis ini tergabung dalam Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). (TRIBUNNEWS.COM/ANITA K WARDHANI)
Pertama, oralit dapat menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang akibat aktivitas fisik dan cuaca panas ekstrem.

"Oralit membantu mengembalikan keseimbangan elektrolit tubuh yang hilang melalui keringat," tambahnya.

Manfaat kedua adalah mencegah dehidrasi yang dapat menyebabkan lemas, pusing, hingga tekanan darah menurun. "Oralit bekerja lebih efektif daripada air biasa karena mengandung rasio garam-gula yang ideal untuk penyerapan cepat," lanjutnya

Manfaat ketiga, oralit mampu menjaga stamina selama ibadah di Tanah Suci. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved