Sulteng Hari Ini

Ekonomi Sulteng Tumbuh 8,69 Persen di Kuartal I 2025, Industri Pengolahan Jadi Motor Utama

Capaian ini menandai tren positif meski secara kuartalan mengalami kontraksi sebesar 6,03 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Zulfadli/TribunPalu.com
INDUSTRI EKONOMI - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulawesi Tengah, Yuni Wibawa, dalam konferensi pers yang digelar di Aula In Trees, Kantor DJPb Sulteng, Jl Tanjung Dako, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Selasa (6/5/2025). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Ekonomi Sulawesi Tengah mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,69 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I tahun 2025.

Capaian ini menandai tren positif meski secara kuartalan mengalami kontraksi sebesar 6,03 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulawesi Tengah, Yuni Wibawa, dalam konferensi pers yang digelar di Aula In Trees, Kantor DJPb Sulteng, Jl Tanjung Dako, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Selasa (6/5/2025).

“Ini mencerminkan fundamental ekonomi kita yang tetap kuat, meskipun terjadi koreksi secara triwulanan,” ujar Yuni.

Ia menjelaskan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh tiga sektor utama, yakni industri pengolahan yang tumbuh 5,16 persen (yoy), pertanian 0,91 persen, serta pertambangan 0,88 persen.

Di samping itu, sektor perdagangan dan teknologi informasi juga menunjukkan kontribusi yang signifikan terhadap struktur PDRB Sulawesi Tengah.

Peningkatan aktivitas produksi, mobilitas masyarakat selama momen Lebaran, serta naiknya realisasi investasi baik dari dalam maupun luar negeri turut memperkuat pertumbuhan ini.

Meski laju inflasi di Sulawesi Tengah tetap dalam kendali, provinsi ini mencatatkan inflasi tahunan tertinggi di kawasan.

Inflasi pada Maret 2025 tercatat sebesar 2,82 persen (mtm) dan 1,88 persen secara tahunan (yoy).

“Inflasi makanan, minuman, dan tembakau berada di angka 3,42 persen secara bulanan, dan sekitar 5,7 persen secara tahunan. Komoditas penyumbang utama adalah cabai rawit dan ikan selar,” ujar Yuni.

Ia menambahkan, berakhirnya kebijakan subsidi listrik prabayar turut berdampak terhadap naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK), namun masih dalam target nasional yakni 2±1 persen. 

Kinerja pendapatan negara regional Sulawesi Tengah hingga akhir Maret 2025 tercatat mencapai Rp1,36 triliun.

Rinciannya, penerimaan pajak dalam negeri mencapai Rp700 miliar atau 14,35 persen dari target tahun 2025. Sementara penerimaan perpajakan internasional mencapai Rp482,3 miliar atau 25,14 persen dari target.

Untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP), tercatat realisasi sebesar Rp181,7 miliar atau 25,41 persen dari target tahunan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved