Sulteng Hari Ini

Ekonomi Sulteng Tumbuh 8,69 Persen di Kuartal I 2025, Industri Pengolahan Jadi Motor Utama

Capaian ini menandai tren positif meski secara kuartalan mengalami kontraksi sebesar 6,03 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Zulfadli/TribunPalu.com
INDUSTRI EKONOMI - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulawesi Tengah, Yuni Wibawa, dalam konferensi pers yang digelar di Aula In Trees, Kantor DJPb Sulteng, Jl Tanjung Dako, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Selasa (6/5/2025). 

Sumber PNBP terbesar berasal dari izin keimigrasian, jasa kepelabuhanan, biaya pendidikan, dan jasa sarana bantu navigasi pelayaran.

Belanja pemerintah pusat (BPP) hingga triwulan pertama mencapai Rp1,08 triliun. Belanja terbesar dialokasikan untuk fungsi pelayanan umum dengan pagu Rp19,20 triliun, yang sebagian besar berupa Transfer ke Daerah (TKD).

Hingga kini, realisasi TKD telah mencapai Rp4,02 triliun atau 21,37 persen dari total pagu.

Belanja infrastruktur melalui Kementerian PUPR dan Kemenhub telah menyerap Rp140,8 miliar dari pagu Rp1,66 triliun, sementara fungsi pendidikan telah terealisasi Rp230 miliar dari pagu Rp1,52 triliun.

Untuk sektor kesehatan, realisasi mencapai Rp39,2 miliar, dan perlindungan sosial sebesar Rp2,3 miliar. 

Pada triwulan I 2025, penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) ASN Daerah di Sulawesi Tengah mencapai Rp143,14 miliar atau 11,89 persen dari pagu Rp1,20 triliun.

Dana disalurkan langsung oleh KPPN ke rekening masing-masing guru. Namun, proses ini tidak lepas dari hambatan teknis.

“Beberapa kendala masih terjadi, seperti retur akibat data rekening yang tidak valid. Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak bank untuk meminimalkan retur dan mempercepat penyaluran,” kata Yuni.

Yuni Wibawa juga menekankan pentingnya perencanaan anggaran yang lebih efisien dan terkoordinasi.

Ia menyebut bahwa reformasi pengelolaan keuangan daerah harus diiringi dengan perubahan pola pikir.

“Diperlukan perencanaan yang fokus, mengesampingkan ego sektoral, serta kolaborasi aktif antara provinsi dan kabupaten/kota demi mewujudkan Sulawesi Tengah yang maju dan sejahtera,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved