Haji 2025
Begini Prosedur Masuk Raudhah bagi Jemaah Haji Indonesia
Tempat ini dipercaya sebagai lokasi yang sangat mustajab untuk berdoa bagi umat Islam.
TRIBUNPALU.COM - Raudhah merupakan area yang memiliki keistimewaan di dalam Masjid Nabawi.
Letaknya berada di antara mimbar dan makam Nabi Muhammad SAW, dan dikenal sebagai salah satu taman surga.
Tempat ini dipercaya sebagai lokasi yang sangat mustajab untuk berdoa bagi umat Islam.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika para jemaah haji maupun umrah berusaha sekuat tenaga untuk bisa melaksanakan salat dan memanjatkan doa di Raudhah.
Baca juga: PPP Desak Prabowo Selesaikan Kasus Ijazah Jokowi Secara Transparan dan Ilmiah
Rasulullah menyebutnya dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim.
Karena keutamaannya, Raudhah menjadi tujuan utama jamaah haji di Madinah.
Banyak yang percaya, doa di Raudhah lebih mustajab.
Namun, luasnya yang terbatas membuat tempat ini sangat padat.
Pemerintah pun menerapkan aturan ketat untuk mengelola kunjungan ke Raudhah.
Baca juga: Pendaftaran PAI Awards 2025 Dibuka, Segera Daftar Sebelum 19 Mei
Kepala Sektor Khusus Masjid Nabawi, Surnadi, menjelaskan aturan ini.
Jemaah haji Indonesia tidak perlu mengurus izin sendiri.
Izin masuk atau tasrih sudah diurus Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
TasrIh ini diatur oleh PPIH Arab Saudi bersama petugas kloter dan sektor.
"Jemaah cukup menunggu arahan dari petugas kloter," kata Surnadi.
"Kami sudah atur waktu dan kelompoknya agar tertib," tambahnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: 9 Tahun Terbengkalai, Gedung SMA N 2 Palu Akhirnya Dibongkar
Waktu di Raudhah biasanya dibatasi 20 hingga 30 menit.
Selama itu, jamaah bisa melaksanakan salat sunnah dan berdoa.
Setelahnya, mereka diminta keluar untuk memberi giliran jamaah lain.
Sistem ini tidak hanya mengatur waktu.
Namun juga lokasi dan kesiapan teknis untuk menghindari penumpukan.
Titik kumpul jamaah Indonesia ditetapkan di sekitar pintu 360.
Tepatnya dari pintu 359 hingga 362 Masjid Nabawi.
Lokasinya dekat WC 201, untuk memudahkan jamaah berkumpul.
Jemaah harus datang satu jam sebelum jadwal masuk Raudhah.
Pastikan membawa kartu Nusuk dan mengenakan seragam batik haji.
Baca juga: AS Keluarkan Travel Warning, Warganya Diminta Hindari Indonesia
Ikuti arahan petugas kloter, rombongan, dan KBIHU.
Berdoa yang Terbaik, Jangan Asyik Live di Raudhah
Prof. Dr. Aswadi, Konsultan Haji Kemenag RI, juga memberikan pesan penting.
Kesempatan masuk Raudhah biasanya hanya satu kali selama di Madinah.
Oleh karena itu, momen ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
"Berdoalah sebaik mungkin," pesan Aswadi.
"Raudhah adalah tempat yang mustajab dan sangat mulia," tambahnya.
Baca juga: Terima Kunjungan Bupati Tana Tidung, Amirudin: Banggai Lengkap Sumber Daya Alamnya
Ia juga mengingatkan larangan membawa bendera, spanduk, atau live streaming.
Aktivitas ini bisa mengganggu kekhusyukan jamaah lain.
Bahkan, bisa berisiko ditegur petugas keamanan.
Pihak Bimbingan Ibadah Daker Madinah akan menyiapkan tasrekh.
Tasrekh ini akan dibagikan ke ketua kloter, rombongan, dan pembimbing KBIHU.
Mereka bertugas mengarahkan jamaah agar tertib dan tidak menumpuk.
Hingga 8 Mei 2025, lebih dari 48.628 jamaah Indonesia telah tiba di Madinah.
Baca juga: Koperasi Merah Putih Resmi Terbentuk di Kecamatan Bunta Banggai
Sistem antrean ini sangat penting untuk menjaga ketertiban.
Petugas sektor khusus juga siaga membantu jamaah yang tersesat.
Mereka siap mengarahkan jamaah yang kehilangan kelompok.
Jemaah yang belum dijadwalkan masuk Raudhah diminta tidak memaksakan diri.
Pendekatan tanpa izin bisa mengganggu sistem dan menimbulkan teguran.
Dengan disiplin dan mengikuti arahan petugas, ibadah di Raudhah akan lebih tenang.
Raudhah bukan hanya soal tempat, tapi juga soal sikap dan niat yang tulus. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Layanan Haji Khusus Indonesia Tahun 2025 Dinilai Meningkat, Pengawasan Kemenag Berjalan Efektif |
|
|---|
| KUH KJRI Jeddah Umumkan 40 Jemaah Haji Masih Dirawat di Arab Saudi |
|
|---|
| Sebanyak 446 Jemaah Haji asal Indonesia Wafat di Tanah Suci Tahun 2025 |
|
|---|
| DPR Desak Kemenag Usut Tuntas Hilangnya 3 Jemaah Haji Indonesia |
|
|---|
| Haji 2025 Dinilai Gagal Total, DPR Desak KPK Selidiki Dugaan Penyimpangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/MASJID-NABAWI-2025.jpg)