Apa Penyebab Kasus Covid19 Sehingga Kembali Muncul di Singapura dan Hong Kong?

Singapura dan Hong Kong menjadi dua wilayah yang mencatat peningkatan kasus signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

|
Editor: Fadhila Amalia
freepik.com
Kasus Covid-19 kembali mengalami lonjakan di sejumlah negara Asia, menandai potensi gelombang kedua pandemi yang kini menyebar luas di kawasan. 

TRIBUNPALU.COM - Kasus Covid-19 kembali mengalami lonjakan di sejumlah negara Asia, menandai potensi gelombang kedua pandemi yang kini menyebar luas di kawasan.

Singapura dan Hong Kong menjadi dua wilayah yang mencatat peningkatan kasus signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Muncul Konten Judi Online di Situs PeduliLindungi, Kemenkes Tegaskan Tak Kelola Sejak Maret 2023

Dilansir dari Indian Express, Minggu (18/5/2025), otoritas kesehatan Singapura memperkirakan jumlah kasus Covid-19 hingga 3 Mei 2025 mencapai 3.100 kasus dalam kurun waktu sepekan.

Semantara jumlah tersebut naik lagi dari minggu sebelumnya yang berada di kisaran 11.100 kasus.

Di sisi lain, Hong Kong melaporkan lonjakan tajam dalam tingkat sampel pernapasan yang positif Covid-19, naik dari 6,21 persen menjadi 13,66 persen dalam waktu seminggu.

Baca juga: Covid-19 Melonjak di Singapura dan Hongkong, Kemenkes Imbau Warga Indonesia Waspada

Lebih memprihatinkan, Hong Kong mencatat 31 kematian akibat Covid-19 hingga awal Mei 2025. Otoritas kesehatan di kedua negara menyebut lonjakan ini sebagai bagian dari gelombang kedua penyebaran virus corona yang kembali menghantam Asia pada tahun ini.

Menurut laporan dari Business Standard, Sabtu (17/5/2025), lonjakan kasus Covid-19 di Asia terutama disebabkan oleh penurunan tingkat kekebalan tubuh masyarakat.

Hal ini diperburuk oleh rendahnya cakupan vaksinasi tambahan, terutama di kalangan lansia yang merupakan kelompok paling rentan.

Kementerian Kesehatan Singapura menegaskan bahwa tidak ada indikasi varian yang beredar saat ini lebih menular atau menyebabkan gejala lebih berat dibandingkan varian sebelumnya.

Namun, penurunan kekebalan alami setelah vaksinasi dan infeksi sebelumnya menjadi salah satu faktor utama peningkatan kasus.

“Tidak ada bukti varian saat ini lebih ganas. Tapi kita menghadapi masalah menurunnya kekebalan populasi, ditambah dengan cakupan vaksinasi booster yang rendah di kelompok lansia,” ujar pernyataan resmi Kemenkes Singapura.

Baca juga: Pendaftaran Duta SMA 2025 Diperpanjang hingga 8 Juni, Segera Daftarkan Diri

Berbeda dari kebanyakan virus pernapasan yang cenderung aktif saat musim dingin, Covid-19 justru menunjukkan pola peningkatan kasus di musim panas tahun ini.

Hal ini membuktikan bahwa virus corona masih sangat aktif menyebar, bahkan dalam kondisi cuaca hangat.

Kementerian Kesehatan RI turut mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya bagi mereka yang hendak bepergian ke luar negeri.

Vaksinasi penguat (booster) sangat dianjurkan, terutama bagi lansia dan orang dengan penyakit penyerta (komorbid), guna mengurangi risiko sakit berat atau kematian.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved