OPINI
IMIP dan Peradaban Baru Indonesia
Fakta ini menunjukkan bahwa hilirisasi bukanlah wacana, melainkan kenyataan yang berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Andika
Pengamat Kebijakan Pembangunan dan Transformasi Industri
TRIBUNPALU.COM - Jumlah Tenaga Kerja di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) per Mei 2025 mencapai 85.423 orang.
Angka itu bukan sekadar data statistik, melainkan tonggak sejarah bagi transformasi ekonomi Indonesia dari ekonomi berbasis ekstraksi menuju hilirisasi berbasis industri.
IMIP kini menjadi kawasan industri dengan pertumbuhan tenaga kerja tercepat di Asia Tenggara.
Pada 2020, jumlah pekerjanya baru sekitar 35.000 orang.
Angka itu melonjak menjadi lebih dari 80.000 pada 2024, dan kini menembus 85.000.
Bahkan, angka ini melampaui penyerapan angkatan kerja Sulawesi Tengah selama satu dekade terakhir.
Fakta ini menunjukkan bahwa hilirisasi bukanlah wacana, melainkan kenyataan yang berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Transformasi itu membawa nilai tambah bukan hanya dari sisi produk, tetapi juga dalam penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi daerah, dan perluasan ekosistem industri nasional.
Dari Ekstraktif ke Industrialisasi
Teori transformasi struktural yang dikemukakan Arthur Lewis maupun Justin Lin menunjukkan bahwa negara-negara berkembang bisa mengalami lonjakan pertumbuhan apabila mampu mengalihkan Tenaga Kerja dari sektor produktivitas rendah ke sektor produktivitas tinggi. IMIP adalah contoh konkritnya.
Namun, hilirisasi bukan tujuan akhir. Indonesia tidak cukup hanya menjadi produsen logam olahan atau bahan baku baterai.
Yang dibutuhkan kini adalah kawasan industri lanjutan yang mampu menyerap hasil dari hilirisasi sebagai input untuk produk industri lebih kompleks, seperti baterai, kendaraan listrik, peralatan energi terbarukan, hingga semikonduktor.
Indonesia tidak memerlukan banyak kawasan hilirisasi sejenis di tempat yang sama.
| Pilkada dan Larangan Mereduksi Demokrasi |
|
|---|
| OPINI: Hari Ibu Nasional: Parenting Bukan Sekadar Naluri, tapi Tanggung Jawab Bersama |
|
|---|
| Rasa UMK Bagi Guru Honorer |
|
|---|
| Bomba Saga: Menjahit Identitas yang Tercecer, Meletakkan Batu Bata Peradaban di Parigi Moutong |
|
|---|
| Lebih dari Sekadar Kenyang: Makan Bergizi Gratis dan Perubahan Perilaku Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Andika-Sulteng.jpg)