OPINI
IMIP dan Peradaban Baru Indonesia
Fakta ini menunjukkan bahwa hilirisasi bukanlah wacana, melainkan kenyataan yang berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Yang dibutuhkan adalah transformasi dari hilirisasi menuju industrialisasi penuh, yang menciptakan nilai tambah lebih tinggi dan memperkuat daya saing teknologi bangsa.
Menjaga Momentum
Harus disadari bahwa tidak semua pihak senang dengan keberhasilan ini.
Banyak pihak, baik dalam maupun luar negeri, yang lebih diuntungkan jika Indonesia tetap mengekspor bahan mentah dan bergantung pada produk jadi dari luar.
Isu lingkungan, tekanan perdagangan, hingga narasi-narasi negatif terhadap hilirisasi kerap digunakan untuk menghambat proses ini.
Oleh karena itu, negara harus hadir bukan hanya sebagai fasilitator investasi, tetapi sebagai pelindung kebijakan transformasi industri nasional.
Momentum ini harus dijaga dengan kebijakan yang konsisten, dukungan terhadap riset dan inovasi, serta pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri.
Daerah membutuhkan infrastruktur kebijakan yang menopang transisi menuju ekonomi berteknologi tinggi dan rendah karbon.
Peradaban Baru
Melalui IMIP, Indonesia telah menunjukkan bahwa kita mampu membangun basis industri modern di luar Pulau Jawa.
Ini adalah pondasi awal bagi pembangunan peradaban baru yang berbasis pada nilai tambah, teknologi, dan kemandirian.
Kita memiliki sumber daya alam strategis, tenaga kerja muda yang besar, dan posisi geopolitik yang menguntungkan.
Tantangan berikutnya adalah mengorkestrasi seluruh kekuatan ini ke dalam visi industrialisasi nasional jangka panjang.
Seperti dikatakan Alexander Gerschenkron, negara-negara yang terlambat memulai industrialisasi justru memiliki peluang lebih besar untuk melompat, jika mampu mengambil keputusan strategis secara berani. Indonesia memiliki peluang itu hari ini. Jangan sia-siakan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Andika-Sulteng.jpg)