Rabu, 15 April 2026

Parimo Hari Ini

Keluhkan Akses Terputus, Warga Desa Bajo dan Sama Bahari Parimo Minta Jembatan Darurat Dibangun

Menurutnya, kondisi ini juga sangat menyulitkan warga yang sakit dan hendak dirujuk ke puskesmas atau layanan kesehatan terdekat.

Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
Handover
JEMBATAN PUTUS - Warga Desa Bajo dan Desa Sama Bahari, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengeluhkan dampak besar akibat putusnya jembatan penghubung antar desa sejak beberapa hari lalu. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIMO – Warga Desa Bajo dan Desa Sama Bahari, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengeluhkan dampak besar akibat putusnya jembatan penghubung antar desa sejak beberapa hari lalu.

Akses darat yang terputus total membuat mobilitas warga lumpuh. Anak-anak kesulitan pergi ke sekolah, sebagian bahkan terpaksa menyeberang dengan perahu.

Baca juga: Wamendagri Bima Arya Pelajari Penjualan 4 Pulau Anambas di Situs Online

"Anak-anak sebagian tidak bisa ke sekolah, dan sebagian lain naik perahu," kata Puto, melalui pesannya, Minggu (22/6/2025).

Menurutnya, kondisi ini juga sangat menyulitkan warga yang sakit dan hendak dirujuk ke puskesmas atau layanan kesehatan terdekat.

“Pasien sulit dibawa ke puskesmas. Ekonomi lumpuh karena nelayan kesulitan menjual hasil tangkapannya ke tempat lain,” ungkapnya.

Jembatan yang rusak tersebut merupakan satu-satunya jalur vital penghubung antara Desa Bajo dan desa-desa lain di Kecamatan Bolano.

Baca juga: Psikolog Sarankan Putri Mulan Jameela Lanjutkan Sekolah di Luar Negeri, Buntut Hujatan Sang Ibu

“Ketika jembatan itu rusak, kami bukan hanya kehilangan jalan, tetapi juga kesempatan untuk kehidupan normal,” tutur Puto.

Warga berharap agar pemerintah segera turun tangan dengan tindakan nyata, bukan sekadar wacana.

“Kami mohon pihak terkait untuk segera menurunkan tim teknis dan menyediakan jembatan darurat. Yang paling penting, menjadwalkan pembangunan jembatan baru,” tegasnya.

Sejak jembatan tersebut putus pada Kamis (20/6), warga hanya mengandalkan perahu kecil sebagai sarana penyebrangan alternatif.

Baca juga: Ini Niat dan Keutamaan Puasa Tasua dan Puasa Asyura Amalan 9 dan 10 Muharram

Namun, akses tersebut dinilai sangat terbatas dan berisiko, terutama saat cuaca buruk atau malam hari.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kecamatan maupun pemerintah kabupaten terkait tindak lanjut penanganan darurat.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved