Longsor Gunung Tirtanagaya Parimo
Ini Daftar Nama Korban Longsor Desa Tirtanagaya Parimo, Pencarian Masih Dilakukan
Berdasarkan data resmi, seluruh korban merupakan warga yang berasal dari Desa Anutapura dan sekitarnya, di Kecamatan Bolano Lambunu.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIMO - Tujuh warga yang dilaporkan hilang akibat longsor di wilayah hutan Talenga, Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, mulai diketahui identitasnya secara lengkap.
Berdasarkan data resmi, seluruh korban merupakan warga yang berasal dari Desa Anutapura dan sekitarnya, di Kecamatan Bolano Lambunu.
Baca juga: Komunitas Offroader Terus Tunjukkan Aksi Sosial Jelang Hari Bhayangkara ke-79 di Sulteng
Plt. Kalak BPBD Parigi Moutong, Rivai membenarkan bahwa seluruh korban merupakan satu kelompok pencari kayu di hutan.
“Saat ini kami telah mengantongi identitas korban dan terus melakukan pencarian bersama tim gabungan,” ujar Rivai, Minggu (22/6/2025).
Baca juga: Bantuan Subsidi Upah BSU 2025 Dijadwalkan Cair Pekan Ini, Cek Daftar Nama Penerima BSU 2025 di Sini
Korban pertama bernama Sahrat (43), warga Desa Anutapura yang berprofesi sebagai petani dan dikenal aktif bekerja di hutan.
Korban kedua adalah Subran (52), juga berasal dari Anutapura, bersama anaknya Ijal (28) yang turut serta dalam pencarian kayu.
Nama lainnya adalah Safrudin E. Manjalai (36), petani yang juga berpengalaman melakukan penebangan di wilayah hutan Talenga.
Sementara itu, korban perempuan bernama Riska Jumi (26), seorang ibu rumah tangga yang ikut ke lokasi bersama dua anaknya.
Dua anak tersebut yakni Arun (17) dan Rapi (14), belum memiliki pekerjaan dan masih tergolong usia sekolah.
“Diduga kuat mereka tertimbun saat berada di gubuk yang digunakan sebagai tempat istirahat selama berada di hutan,” jelas Rivai.
Baca juga: Dituding Terkenal karena Dugaan Selingkuh, Lisa Mariana Ungkap Dua Bakat Dalam Dirinya
Tim gabungan saat ini masih melakukan pencarian di lokasi longsoran dengan peralatan manual karena keterbatasan alat berat.
Langkah yang dilakukan antara lain koordinasi dengan aparat desa, instansi teknis, serta keluarga dan saksi mata.
Rivai menegaskan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah alat berat dan tambahan personel SAR.
Pihak-pihak yang terlibat di lapangan antara lain TRC BPBD, TAGANA Dinsos, Polsek Bolano Lambunu, Babinsa, aparat desa, dan masyarakat.
Baca juga: Harga Minyak Naik ke Harga Tertinggi dalam 5 Bulan Terakhir, Dampak Serangan Amerika ke Iran?
“Kami mohon dukungan semua pihak, termasuk pemerintah provinsi dan pusat untuk membantu pencarian ini,” pungkasnya.(*)
(Tribun Breakingnews)
| Ahli Waris Korban Longsor Tirtanagaya Parigi Moutong Terima Santunan Duka Rp105 Juta |
|
|---|
| Tim SAR Serahkan Dua Jenazah Korban Longsor di Parimo kepada Keluarga di Posko Utama |
|
|---|
| Dua Jenazah Terakhir Korban Longsor di Parimo Berhasil Dievakuasi |
|
|---|
| Hari Kelima Pencarian Korban Longsor di Parimo, Tim SAR Lakukan Pergantian Personel |
|
|---|
| Satu Lagi Diduga Jenazah Korban Longsor di Parimo Ditemukan, Bernama Subran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Berikut-Ientitas-Korban-Longsor-Desa-Tirtanagaya-Parimo-Pencarian-Masih-Dilakukan-Secara-Manual.jpg)