Hipertensi, Si Pembunuh Diam-Diam: Kenali Gejala dan Solusinya
Penanganan hipertensi dapat dilakukan melalui modifikasi gaya hidup serta penggunaan obat-obatan antihipertensi.
Penggunaan obat biasanya dimulai apabila tekanan darah tetap di atas 140/90 mmHg, meskipun pasien telah menjalani perubahan gaya hidup selama 3–6 bulan.
Namun, obat dapat diberikan lebih awal jika pasien memiliki risiko kardiovaskular yang tinggi.
Penyakit kardiovaskular (PKV) merupakan kelompok penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah, dan dikenal sebagai penyebab kematian utama di seluruh dunia.
Baca juga: Ketua KNPI Parigi Moutong Minta Diskusi Soal Tambang: Jangan Hanya Sekadar Forum
Pengobatan hipertensi dimulai dengan obat tunggal atau kombinasi obat yang cocok, tergantung pada tingkat keparahan dan respon penderita terhadap obat.
Setiap jenis obat antihipertensi memiliki mekanisme kerja yang berbeda dalam membantu menurunkan tekanan darah.
Dokter akan menentukan jenis dan dosis obat berdasarkan kondisi individu, riwayat kesehatan, serta kemungkinan efek samping.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Kemenkes RI Siapkan Juknis Pembentukan Tim Pertimbangan di RSUD Tora Belo Sigi |
|
|---|
| Lubang Tambang di Parigi Moutong Picu Malaria, Erwin Burase: Harus Ditutup |
|
|---|
| Rawat Nenek Hipertensi, Arya Rasakan Manfaat Nyata Program JKN |
|
|---|
| Waspada, Gagal Ginjal di Indonesia Meningkat Akibat Hipertensi dan Diabetes |
|
|---|
| Cegah Bahaya Hipertensi di Masa Kehamilan dengan Cara Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/9a-ud9asud9-asud9usa-d9ddsa.jpg)