Rabu, 22 April 2026

Palu Hari Ini

Kader Posyandu Terima Insentif dari PT CPM, Nur Lailah: Ini Penyemangat Kami

Peringatan tahun ini dimaknai berbeda oleh para kader Posyandu di Kelurahan Layana, Kecamatan Mantikulore Kota Palu.

Penulis: Supriyanto | Editor: Fadhila Amalia
Supriyanto/TribunPalu/Supriyanto
HARI KARTINI - Kader Posyandu di Kelurahan Layana, Nur Lailah. 

Ringkasan Berita:
  • Kader Posyandu di Kelurahan Layana, Kota Palu, menjadi garda terdepan dalam program pencegahan stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
  • Program ini melibatkan kolaborasi pemerintah dan PT Citra Palu Minerals (CPM) yang menyediakan asupan gizi lengkap bagi anak penderita stunting setiap hari.
  • Para kader, seperti Nur Lailah dan Nirmawanti, mendapat insentif dan terus mengabdikan diri sebagai “Kartini masa kini” dalam mendampingi tumbuh kembang anak hingga usia dua tahun.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok

TRIBUNPALU.COM, PALU - Peringatan Hari Kartini diperingati pada tanggal 21April menjadi momentum para kaum perempuan dapat menjadi pahlawan bagi masyarakat.

Peringatan tahun ini dimaknai berbeda oleh para kader Posyandu di Kelurahan Layana, Kecamatan Mantikulore Kota Palu.

Seperti dilakukan Nur Lailah merupakan kader Posyandu di Kelurahan Layana bersama Nirmawanti.

Baca juga: Mensos RI Bantu Penebusan Ijazah hingga Kebutuhan Eks Napiter di Sulteng

Nur lailah telah mengabdikan dirinya menjadi kader posyandu sejak 2010.

Ia menjadi kader pengantar makanan bergizi untuk anak penderita stunting.

Sama seperti rekannya Nirmawati, Nur Lailah setiap harinya membeli bahan makanan untuk program Genting.

Sekadar diketahui, Program ini merupakan bentukan dari Kemendukbangga/BKKBN melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Dan dalam pelaksanaannya, PT Citra Palu Minerals (CPM) mengambil peran sebagai orang tua asuh sebagai donatur dari program tersebut.

Sampai saat ini, Nur Lailah menangani dua anak penderita stunting dan menjadikan pekerjaan itu sebagai turinitas yang menyenangkan setiap harinya.

Baca juga: Pemprov Sulteng Targetkan 1.000 Siswa Terserap di Sekolah Rakyat 2026

"Saya semangat karena mereka keluarga yang kurang mampu dan mereka tinggal disekitar saya serta kami saling mengenal," katanya kepada awak media pada Senin (20/4/2026).

Sebelum adanya program ini, para anak tersebut masih kekurangan asupan gizi ditiap suapan.

Mereka kadang hanya mengonsumsi 1 biji telur demi mencukupi dan berbagi makanan bersama anggota keluarga lainnya.

Namun setelah adanya program kolaborasi antar pemerintah dan PT CPM ini, anak penderita stunting tidak perlu lagi memikirkan asupan gizinya setiap hari.

"Dengan adanya program ini, gizi balita yang kami dampingi bisa terpenuhi, karena menunya lengkap seperti karbohidrat, protein, sayur mayur dan cemilan," ucapnya.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved