Palu Hari Ini
Kasus HIV/AIDS di Palu Tembus 2.024, Dinkes Imbau Warga Berisiko Segera Periksa Diri
Kasus HIV/AIDS pertama kali ditemukan di Kota Palu pada tahun 2002 dan hingga kini masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Temuan tersebut menunjukkan bahwa upaya deteksi dini semakin meningkat, namun di sisi lain penularan HIV masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.
Untuk layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), Dinkes Kota Palu saat ini menyediakan layanan di Puskesmas Talise dan Puskesmas Birobuli.
Siti mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran HIV/AIDS di Kota Palu.
Salah satunya melalui edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat guna meningkatkan pengetahuan mengenai cara penularan HIV sekaligus mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV (ODHIV).
Selain itu, Dinkes menyediakan layanan Tes dan Konseling HIV Sukarela atau Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang bersifat rahasia.
Baca juga: Nama Raffi Ahmad Disebut dalam Sidang Korupsi Bea Cukai, Ini Penjelasan KPK
“Layanan ini bertujuan untuk mendeteksi HIV sejak dini sehingga dapat membantu mencegah penularan lebih lanjut,” jelasnya.
Dari sisi pengobatan, terapi antiretroviral (ARV) terus diberikan kepada ODHIV untuk menekan jumlah virus dalam darah.
Menurut Siti, pengobatan yang dilakukan secara teratur memungkinkan ODHIV tetap hidup sehat, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Dinkes juga terus mendorong upaya pencegahan penularan melalui hubungan seksual dengan promosi penggunaan kondom secara konsisten serta penyediaan program Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) bagi kelompok berisiko tinggi dan Post-Exposure Prophylaxis (PEP) setelah terjadi paparan berisiko.
Sementara itu, pencegahan penularan dari ibu ke anak dilakukan melalui Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PMTCT), mencakup pemeriksaan HIV, sifilis, dan hepatitis B bagi ibu hamil serta pemberian terapi ARV selama masa kehamilan, persalinan hingga menyusui.
Di samping itu, dukungan sosial dan kebijakan juga terus diperkuat agar ODHIV dapat memperoleh bantuan sesuai kebutuhan dan mendapatkan akses layanan kesehatan yang optimal.
Siti mengimbau masyarakat yang merasa pernah melakukan perilaku berisiko agar tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan sedini mungkin.
Baca juga: Diskon 30 Persen, Tiket Kapal Pantoloan–Balikpapan Lebih Murah Jadi Rp120 Ribuan
“Kami berharap individu yang merasa berisiko dan rentan terhadap penularan HIV/AIDS segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Masyarakat juga kami imbau untuk menghindari perilaku berisiko agar penyebaran penyakit ini dapat dihentikan,” pungkasnya.(*)
Kota Palu
Dinkes Palu
HIV
AIDS
HIV/Aids
Dinas Kesehatan (Dinkes)
Kelurahan Tanamodindi
Kecamatan Mantikulore
Siti Fitriani
| Edukasi hingga Skrining Jadi Fokus Pemkot Palu dalam Pencegahan HIV/AIDS |
|
|---|
| PELNI Jamin Harga Tiket Kapal Tetap Normal Meski BBM Naik |
|
|---|
| Mau Liburan? PELNI Palu Siapkan Diskon Tiket Kapal 30 Persen Hingga Agustus 2026 |
|
|---|
| Wawali Palu Imelda Liliana Ungkap Ada Penderita HIV/AIDS Terpapar Sejak Usia SD |
|
|---|
| Jumlah HIV/AIDS di Kota Palu Meningkat, Kini Capai 2.024 Kasus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Kasus-HIVAIDS-di-Palu-Tembus-2024-76556.jpg)