Parigi Moutong Hari Ini
Bupati Erwin Burase Janji Usulkan Daerah Terpencil Masuk DAK 2026
Erwin mengakui tidak mengetahui secara detail isi dokumen usulan karena proses penyusunan dilakukan langsung oleh Sekda, Bappeda, dan OPD teknis.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIMO – Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menanggapi kritik DPRD terkait tidak masuknya usulan daerah terpencil dalam dokumen ke Badan Anggaran DPR RI.
Erwin mengakui tidak mengetahui secara detail isi dokumen usulan karena proses penyusunan dilakukan langsung oleh Sekda, Bappeda, dan OPD teknis.
"Memang benar Pak Fadli, saya tidak tahu
Baca juga: Poso Diguncang Gempa M5,8, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
secara detail isinya itu," kata Bupati Erwin Burase, dalam rapat parpurna DPRD, beberapa waktu lalu.
Erwin menjelaskan, saat audiensi dengan Banggar DPR RI, dirinya langsung meminta Sekda dan Bappeda agar OPD teknis segera menyusun program prioritas.
"Saya langsung minta OPD melalui Sekda dan Bappeda mengusulkan programnya," ujar Erwin.
Ia menegaskan daerah terpencil tetap menjadi prioritas Pemda, terutama pembangunan akses jalan dan penyediaan listrik.
"Saya kira daerah terpencil tetap masuk prioritas, terutama konektivitas jalan," jelasnya.
Menurutnya, dua hal mendesak di wilayah terpencil adalah jalan dan listrik, karena listrik tidak bisa masuk tanpa akses jalan yang memadai.
"Kalau jalannya tidak baik, mustahil program bisa terlaksana," tambah Erwin.
Erwin menyebut, pihaknya bersama Wakil Bupati juga meminta bantuan Gubernur Sulawesi Tengah untuk menyediakan alat berat membuka jalan.
"Alhamdulillah, alat berat sudah masuk dan beroperasi di wilayah terpencil," katanya.
Ia menyebut sejumlah jalan di daerah terpencil, termasuk jalur Ogoalas dan Taopa Obal, kini sudah bisa dilalui kendaraan roda empat.
Baca juga: Hujan Iringi Upacara HUT ke-80 RI di Morowali Utara Sulteng
"Insya Allah, ini semua bisa masuk dalam anggaran," sebutnya.
Erwin juga memastikan usulan untuk daerah terpencil akan dimasukkan dalam pengajuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026.
"Karena DAK 2026 dibuka kembali, sehingga segera diusulkan untuk wilayah terpencil," katanya.
Menurutnya, angka kemiskinan Parigi Moutong sebesar 14,20 persen, mayoritas berasal dari wilayah terpencil.
"Saya sangat sependapat, angka kemiskinan terbesar ada di wilayah terpencil," ucap Erwin.
Ia menyebut perubahan proposal saat ini masih dalam proses, dan usulan baru akan difokuskan ke wilayah terpencil.
Baca juga: Ruas Jalan di Kota Donggala Mulai Dibenahi, Bupati Vera Cek Progres Perbaikan
"Mudah-mudahan untuk 2026, usulan DAK sudah memasukkan daerah prioritas terpencil," jelasnya.
Selain itu, Pemda juga akan mengalokasikan anggaran APBD untuk pengerasan jalan di wilayah terpencil.
"Minimal pengerasan jalan, saya kira itu prioritas kita," pungkasnya.
Daerah terpencil di Parigi Moutong:
Kecamatan Tinombo: Kecamatan ini disebutkan memiliki beberapa desa terpencil yang sulit diakses, seperti Desa Taipa Obal, Lombok Barat, dan Patingke.
Akses jalan menuju desa-desa ini dilaporkan sulit, terutama untuk kendaraan roda empat, dan sering terhambat oleh bencana seperti longsor.
Kecamatan Palasa: Bersama Tinombo, Kecamatan Palasa juga disebutkan memiliki sekolah-sekolah terpencil yang kekurangan tenaga pendidik, mengindikasikan bahwa daerah ini memiliki tantangan serupa terkait infrastruktur dan akses.
Komunitas Adat Terpencil (KAT): Sejumlah wilayah di Parimo yang dihuni oleh Komunitas Adat Terpencil (KAT) juga termasuk dalam kategori daerah pedalaman yang sulit dijangkau dan sering menghadapi isu kemiskinan serta keterbatasan akses pelayanan dasar.
Pemerintah daerah dilaporkan sedang berupaya untuk mengatasi masalah ini, termasuk dengan membuka akses jalan baru ke wilayah-wilayah tersebut.(*)
Parigi Moutong
Sulawesi Tengah
Bupati Parigi Moutong
Erwin Burase
Erwin
Badan Anggaran DPR RI
DAK 2026
Banggar DPR RI
Dana Alokasi Khusus (DAK)
| Tutup MTQ Palasa, Erwin Burase Tegaskan SDM Beriman Kunci Kemajuan Daerah |
|
|---|
| Durian hingga Kelapa Parigi Moutong Berpeluang Tembus Pasar Internasional |
|
|---|
| Parigi Moutong Dapat Alokasi 500 Hektare Program Kelapa Dalam dari Kementerian Pertanian |
|
|---|
| Kementerian Transmigrasi Bidik Hilirisasi Durian dan Kelapa di Parigi Moutong |
|
|---|
| 16 Kelompok Tani di Parigi Moutong Terima Bantuan Bibit Kelapa untuk 300 Hektare Lahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/1000172302jpg.jpg)