Polemik Tondo Kiri

MUI & Muhammadiyah Desak Penutupan Lokalisasi Tondo Kiri di Palu

Lokalisasi itu berada di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Editor: Regina Goldie
UCOK/TRIBUNPALU.COM
TONDO KIRI - Sejumlah tokoh Muhammadiyah Kota Palu dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tengah mendesak penutupan lokasi Tondo Kiri. 

TRIBUNPALU.COM, PALU – Sejumlah tokoh Muhammadiyah Kota Palu dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tengah mendesak penutupan lokasi Tondo Kiri.

Untuk itu, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu Ahmad Hasni menyatakan siap mendampingi organisasi masyarakat (ormas) yang mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Palu untuk menutup lokalisasi Tondo Kiri.

Lokalisasi itu berada di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Ia menuturkan Kemenag melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Mantikulore selama ini rutin melakukan penyuluhan agama di kawasan Tondo Kiri

Baca juga: Kemenag Palu Serukan Penegakan Nilai Agama di Kawasan Tondo Kiri

Penyuluh agama, kata dia, hadir setiap pekan untuk mengingatkan masyarakat dengan ajaran masing-masing agama.

Mereka meminta Pemkot segera menutup aktivitas prostitusi di kawasan tersebut.

Kepala Kemenag Kota Palu, Ahmad Hasni, menegaskan bahwa pihaknya pada dasarnya mendukung langkah ormas dan tokoh agama tersebut. 

Menurutnya, praktik yang bertentangan dengan ajaran agama seharusnya tidak ada di tengah masyarakat.

“Segala sesuatu yang melanggar perintah agama seharusnya tidak ada. Tetapi Kemenag hanya bisa menghimbau, sementara otoritas untuk menutup ada pada pemerintah daerah,” ujar Ahmad Hasni kepada TribunPalu, Jumat (29/8/2025).

Baca juga: Disnakertrans Sulteng Hadiri Peluncuran Era Baru KUR PMI di Kantor BP3MI

Ia menambahkan, Kemenag Palu belum secara resmi menyampaikan desakan itu kepada Wali Kota Palu

Namun jika ada ormas yang ingin menyuarakan aspirasi langsung ke Pemda, pihaknya siap mendampingi.

“Kalau memang teman-teman dari ormas mau ketemu menyampaikan hal ini ke pemda, kita dari Kemenag siap backup,” tegasnya.

“Tugas kita hanya melakukan penyuluhan dan pembinaan. Hampir setiap minggu ada jadwal tertentu dari penyuluh agama yang mewilayahi Mantikulore,” jelasnya.

Ahmad Hasni menegaskan, semua agama pada dasarnya menolak praktik perzinaan. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved