Parigi Moutong Hari Ini

Anggaran Minim, Tim Dokter Dinas Peternakan Parimo Akui Vaksinasi Rabies Belum Maksimal

Hal itu disebabkan keterbatasan anggaran, stok vaksin, dan jumlah petugas di lapangan.

Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
FAAIZ / TRIBUNPALU.COM
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Parigi Moutong mengakui program vaksinasi rabies belum berjalan maksimal. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIMO – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Parigi Moutong mengakui program vaksinasi rabies belum berjalan maksimal.

Hal itu disebabkan keterbatasan anggaran, stok vaksin, dan jumlah petugas di lapangan.

“Setiap tahun kendala kita sama, anggaran dan stok vaksin yang terbatas,” kata drh. I Nyoman Feriyadyana, Tim Vaksinasi Rabies, Kamis (28/8/2025).

Menurutnya, populasi anjing di Parigi Moutong mencapai sekitar 27 ribu ekor.

Namun, anggaran yang tersedia hanya cukup untuk 1.000 sampai 2.000 ekor anjing.

Baca juga: Populasi Anjing Capai 27 Ribu Ekor, Parigi Moutong Hadapi Tantangan Besar Vaksinasi Rabies

“Jumlah itu jelas sangat kecil dibanding populasi yang ada,” ujarnya.

Feriyadyana menyebut, sebagian besar vaksin yang digunakan selama ini merupakan bantuan dari pemerintah provinsi Sulawesi Tengah.

“Tanpa bantuan, sulit bagi kami menjangkau lebih banyak wilayah,” tegasnya.

Selain anggaran, keterbatasan stok vaksin juga membuat kegiatan dilakukan terbatas di beberapa kecamatan.

Vaksinasi rabies tahun ini baru terlaksana di Balinggi, Desa Astina, dan Kelurahan Maesa.

“Targetnya selalu lebih besar, tapi vaksin habis di tengah jalan,” jelasnya.

Di Balinggi, tercatat 250 ekor anjing tervaksin.

Sementara di Desa Astina, hanya 150 ekor yang tervaksin dari target 250 ekor.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved