Parigi Moutong Hari Ini
Nelayan Nike di Olaya Parimo Bertahan di Sungai Keruh, Harap Sungai Kembali Jernih
Seperti biasa, ia turun ke sungai setiap akhir bulan, saat nike bermunculan.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIMO - Subuh hari di muara Sungai Olaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Lian tampak sibuk menyiapkan pukat.
Seperti biasa, ia turun ke sungai setiap akhir bulan, saat nike bermunculan.
Air sungai kini tampak keruh. Warna kecokelatan membuat muara berbeda dari dulu yang jernih dan berkilau ketika cahaya matahari pagi memantul di permukaan.
Meski air berlumpur, tangkapan nike sebenarnya masih lumayan. Lian mengaku, paling sedikit ia bisa membawa pulang satu ember setiap kali turun.
“Paling sedikit satu ember bisa dapat. Hanya saja, yang beli sudah tidak seperti dulu,” kata Lian kepada TribunPalu.com.
Baca juga: PLN UP3 Palu Gandeng SMKN 3 Latih Siswa Modifikasi Motor Konvensional Jadi Motor Listrik
Nike yang kecil dan bergerombol masih bisa dijaring dengan pukat. Nelayan hanya perlu lebih sabar menunggu hingga jaring benar-benar terisi.
Namun, persoalan muncul ketika hasil tangkapan itu hendak dijual. Pembeli kini jarang datang ke Pantai Olaya karena ragu dengan kondisi sungai.
“Sudah pasti gara-gara sungainya. Orang lihat keruh begini, mereka pikir ikan sudah tercemar,” ucap Arifuddin, nelayan lain.
Menurutnya, perubahan ini mulai terasa sejak aktivitas tambang emas di Desa Kayuboko, Kecamatan Parigk Barat beroperasi.
Air sungai menjadi keruh, aliran membawa lumpur hingga ke muara.
“Dulu sungainya bersih sekali. Tapi sejak ada tambang, jadi keruh begini. Airnya seperti bercampur lumpur,” tutur Lian.
Baca juga: Pemkab Tolitoli Gandeng Bank Sulteng untuk Perkuat Ekonomi dan Data Desa
Dampaknya tidak hanya dirasakan nelayan. Sejumlah aliran sungai kecil yang bermuara di Olaya ikut tercemar.
| Pemda Parigi Moutong Tertibkan PKL di Depan RSUD Anuntaloko Parigi |
|
|---|
| Antisipasi Pohon Tumbang, Pemkab Parimo Sisir Pohon Tua di Kawasan Kota Parigi |
|
|---|
| Dian Herdiman Jabat Kajari Parigi Moutong, Purnama Jabat Kajari Sragen |
|
|---|
| 4 Desa Sulteng Kini Bisa Akses Internet, Program Berani Berdering Jadi Solusi |
|
|---|
| FOTO: Penggerebekan Tambang Ilegal di 3 Desa Parigi Moutong |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/1000182232jpg.jpg)