Rabu, 6 Mei 2026

Dugaan Perundungan Siswa SMP Donggala

Viral Video Dugaan Bullying di Donggala, Jinurain Lamakatutu Minta Sekolah dan Dinas Turun Tangan

Dari rekaman video yang beredar di sosial media, disebutkan peristiwa itu terjadi di salah satu sekolah tingkat SMP/MTs di Desa Sumari.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Misna Jayanti | Editor: Regina Goldie
MISNA/TRIBUNPALU.COM
DPRD DONGGALA Anggota DPRD Donggala Jinurain Lamakatutu menanggapi video yang memperlihatkan dugaan aksi perundungan atau bullying antar pelajar viral di media sosial pada Sabtu (13/9/2025). 

Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi perundungan atau bullying antar pelajar Viral di Media Sosial, Sabtu (13/9/2025).

Dalam rekaman berdurasi singkat itu, tampak seorang siswa di dalam ruang kelas menjadi korban perlakuan kasar sejumlah temannya. 

Beberapa tindakan tidak menyenangkan terlihat jelas, mulai dari menampar, menarik hingga menjambak rambut korban. 

Dari rekaman video yang beredar di sosial media, disebutkan peristiwa itu terjadi di salah satu sekolah tingkat SMP/MTs di Desa Sumari, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Tak butuh waktu lama, video itu langsung menuai sorotan publik. 

Baca juga:
Dugaan Perundungan di MTS Donggala Bukan Sekadar Kenakalan, Praktisi Hukum Tegaskan Masalah Serius


Menanggapi peristiwa ini, Anggota DPRD Donggala, Jinurain Lamakatutu, menyampaikan keprihatinan mendalam. 

Legislator PDIP Donggala itu menilai, sekolah seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman bagi siswa, bukan justru menimbulkan ketakutan.

"Sekolah harusnya menjadi ruang aman dan nyaman bagi peserta didik, serta menjadi tempat tumbuh kembang anak dengan penuh semangat, bukan menjadi ruang ketakutan," ujarnya.

Ia meminta agar pihak terkait segera mengambil tindakan atas peristiwa tersebut.

"Kami sangat menyesalkan adanya kasus perundungan ini dan meminta agar pihak sekolah, komite, serta Dinas Pendidikan dan Kemenag segera turun tangan serius menanganinya," ungkap Jinurain.

Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. 

Caranya melalui penguatan pendidikan karakter, pendampingan psikologis terhadap siswa, serta keterlibatan orang tua dalam mengawasi perilaku anak, baik di sekolah maupun di rumah.

Baca juga: Pilu Siswa MTS di Donggala Diduga Jadi Korban Perundungan, Tinggal Hanya Bersama Nenek

Selain itu, Jinurain juga mendorong dilakukan evaluasi terhadap tata kelola sekolah. 

Menurutnya, peran guru sangat penting dalam menciptakan iklim belajar yang sehat, ramah anak, dan bebas dari kekerasan.

"Perlu dilakukan evaluasi terhadap tata kelola sekolah, termasuk peran guru dalam membangun iklim belajar yang sehat dan ramah anak," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved