Jumat, 1 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

Pemprov Sulteng Tegaskan Proyek Masjid Raya Rampung 15 November 2025

Masjid megah ini memiliki sejumlah ikon, termasuk jam raksasa di depan kubah serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Robit Silmi | Editor: Fadhila Amalia
Robit/TribunPalu.com
PEMBANGUNAN MASJID RAYA BAITUL KHAIRAAT - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan proyek pembangunan Masjid Raya Baitul Khairat harus selesai paling lambat 15 November 2025. Penegasan ini disampaikan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembangunan Masjid Raya Sulteng, Dinas Cikasda, Caco Laratu saat ditemui di lokasi proyek, Rabu (1/10/2025) sore. 

Sementara dari sisi anggaran, proyek ini mengalami sedikit penyesuaian dari Rp375 miliar menjadi Rp376 miliar.

Diketahui proyek pembangunan ini ful menggunakan APBD Provinsi Sulawesi Tengah 

“Batas waktu sudah jelas. Kalau tidak selesai 15 November, maka sejak 16 November langsung berlaku denda,” pungkas Caco.

Cikal Bakal: Masjid Agung Darussalam

Masjid Raya Baitul Khairaat yang berdiri saat ini merupakan pembangunan kembali di lokasi bekas masjid bersejarah, yaitu Masjid Agung Darussalam Palu.

Pembangunan Awal: Peletakan batu pertama Masjid Agung Darussalam dilakukan pada tahun 1978 dan selesai secara keseluruhan sekitar tahun 2000.

Baca juga: PAIR Sulawesi Kolaborasi dengan Pemprov Sulteng, Fokus pada Perubahan Iklim dan Kelompok Rentan

Peran: Masjid ini telah lama menjadi pusat utama kegiatan keislaman, ibadah, dan peradaban umat di tingkat Kota Palu maupun Provinsi Sulawesi Tengah.

2. Peristiwa Penting: Gempa dan Tsunami 2018

Titik balik sejarah masjid ini terjadi saat bencana Gempa Bumi, Tsunami, dan Likuifaksi yang melanda Palu dan sekitarnya pada 28 September 2018.

Kerusakan Total: Masjid Agung Darussalam Palu mengalami kerusakan parah hingga total akibat guncangan gempa dan terjangan tsunami.

Simbol Kebangkitan: Meskipun rusak, masjid ini menjadi simbol kekuatan dan harapan bagi masyarakat Sulawesi Tengah untuk bangkit kembali.

3. Pembangunan Kembali dan Nama Baru

Setelah bencana, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memutuskan untuk membangun kembali masjid ini di lokasi yang sama dengan desain baru yang lebih modern, megah, dan tahan gempa.

Pembangunan Ulang: Proses pembangunan kembali dimulai beberapa tahun setelah bencana.

Masjid baru dirancang dengan fondasi tiang pancang yang kokoh dan material yang tahan gempa.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved