Kamis, 7 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

Pemprov Sulteng Tegaskan Proyek Masjid Raya Rampung 15 November 2025

Masjid megah ini memiliki sejumlah ikon, termasuk jam raksasa di depan kubah serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Robit Silmi | Editor: Fadhila Amalia
Robit/TribunPalu.com
PEMBANGUNAN MASJID RAYA BAITUL KHAIRAAT - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan proyek pembangunan Masjid Raya Baitul Khairat harus selesai paling lambat 15 November 2025. Penegasan ini disampaikan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembangunan Masjid Raya Sulteng, Dinas Cikasda, Caco Laratu saat ditemui di lokasi proyek, Rabu (1/10/2025) sore. 

Kapasitas: Masjid yang baru dirancang untuk menampung hingga 10.000 jemaah.

Baca juga: Kumpulan Link Twibbon Hari Batik Nasional 2025 Kamis 2 Oktober: Cocok untuk Update Medsos

Peresmian Nama Baru: Pada 7 Februari 2025, Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura, meresmikan nama baru masjid ini menjadi Masjid Raya Baitul Khairaat.

Makna Nama "Baitul Khairaat"

Pergantian nama dari Masjid Agung Darussalam menjadi Masjid Raya Baitul Khairaat memiliki makna mendalam:

Baitul: Diambil dari kata Bayt yang berarti pusat kegiatan ibadah, rumah, atau tempat melakukan aktivitas ibadah.

Khairaat: Berarti keutamaan, kebenaran, dan keadilan, serta dimaknai sebagai segala bentuk kebaikan yang dapat dilakukan oleh setiap orang tanpa memandang strata sosial.

Secara keseluruhan, nama ini diharapkan menjadikan masjid sebagai "Rumah Kebaikan" dan pusat peradaban Islam yang membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.
 
4. Arsitektur dan Keunikan

Masjid Raya Baitul Khairaat mengusung perpaduan antara arsitektur modern dengan sentuhan budaya Kaili (Suku asli Palu), serta berbagai simbol keagamaan yang unik:

Baca juga: Kumpulan Link Twibbon Hari Batik Nasional 2025 Kamis 2 Oktober: Cocok untuk Update Medsos

Jam Raksasa: Masjid ini memiliki jam raksasa dengan diameter besar (sekitar 19,5-20 meter) di bagian luar, yang diklaim menjadi salah satu jam masjid berdiameter terbesar di dunia.

Menara: Direncanakan memiliki dua menara dengan ketinggian tertentu (beberapa sumber menyebut 99 meter) sebagai penanda keagungan.

Ornamen: Desain eksterior dihiasi ornamen fasad daun kelor, yang merupakan simbol kearifan lokal.

Konsep Angka: Terdapat elemen arsitektur yang melambangkan angka-angka penting dalam Islam, seperti 17 kubah berbentuk mutiara (melambangkan 17 rakaat salat fardu) dan 99 profil jendela (melambangkan Asmaul Husna).(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved