Perceraian di Morowali
Perselingkuhan hingga Judi, Jadi Pemicu Tingginya Perceraian di Morowali dan Morut Sulteng
Hingga awal Oktober, tercatat sudah ada 651 perkara yang masuk, dengan 575 di antaranya merupakan gugatan perceraian.
Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Fadhila Amalia
Laporan Wartawan Tribunpalu.com. Ismet
TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Angka perceraian di wilayah hukum Pengadilan Agama Bungku, yang meliputi Kabupaten Morowali dan Morowali Utara terus meroket sepanjang 2025.
Hingga awal Oktober, tercatat sudah ada 651 perkara yang masuk, dengan 575 di antaranya merupakan gugatan perceraian.
Data ini menunjukkan bahwa perceraian masih menjadi masalah paling dominan di masyarakat, bahkan diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah hingga akhir tahun.
Baca juga: BREAKINGNEWS: Perceraian Mendominasi, Perkara di Pengadilan Agama Bungku Morowali Naik 10 Persen
Beragam faktor penyebab berdasarkan catatan pengadilan, faktor penyebab perceraian sangat beragam.
Perselingkuhan menjadi salah satu pemicu utama.
Selain itu, kebiasaan buruk seperti mabuk, hingga judi, juga kerap menjadi alasan pasangan memilih berpisah.
Tak berhenti di situ, ada pula kasus di mana salah satu pihak meninggalkan rumah tangga selama lebih dari dua tahun, hingga kondisi pasangan yang harus menjalani hukuman penjara, yang akhirnya memicu perceraian.
Pihak Pengadilan Agama Bungku menegaskan, angka ini kemungkinan besar akan terus bertambah.
Baca juga: Hasil Liga Eropa Tadi Malam: Dua Pemain Indonesia Bersinar di Eropa, AS Roma Kalah
“Hingga awal Oktober, jumlah perkara sudah mencapai 651. Dari total itu, sekitar 70 persen adalah perceraian. Kalau melihat tren, sangat mungkin angkanya bertambah menjelang akhir tahun,” ujar hakim Nasrullah Mazii, sekaligus Humas Pengadilan Agama Bungku, Kamis (2/10/2025).
Cerminan dinamika sosial fenomena tingginya perceraian ini mencerminkan dynamika sosial masyarakat Morowali dan Morowali Utara.
Masalah rumah tangga yang tidak terselesaikan secara internal akhirnya dibawa ke ranah hukum sebagai jalan terakhir.
Penyebab utama mendominasi kasus perceraian:
1. Perselisihan dan Pertengkaran Terus-Menerus
Ini adalah alasan perceraian yang paling dominan di Indonesia. Hal ini mencerminkan kegagalan pasangan dalam mengelola konflik dan komunikasi yang buruk, sehingga tidak ada harapan untuk hidup rukun kembali.
2. Masalah Ekonomi (Kekurangan Nafkah)
Baca juga: 47 Kode Redeem FF Free Fire Jumat 3 Oktober 2025, Klaim Semua Item Gratis di Garena
Kondisi finansial sering menjadi sumber utama ketegangan. Kesulitan dalam mencukupi kebutuhan keluarga, pengangguran, atau perbedaan pandangan mengenai pengelolaan uang dapat memicu konflik yang berujung pada perceraian.
Khususnya, ketidakmampuan suami dalam memberikan nafkah yang layak seringkali menjadi alasan utama cerai gugat (gugatan yang diajukan pihak istri).
3. Meninggalkan Salah Satu Pihak
Kasus ini terjadi ketika salah satu pasangan pergi meninggalkan pasangannya tanpa alasan yang sah atau tanpa izin, dan tidak kembali dalam jangka waktu tertentu (minimal 2 tahun berturut-turut menurut ketentuan hukum). Ketidakhadiran fisik dan emosional ini membuat hubungan menjadi tidak stabil.
Penyebab Penting Lainnya
Selain tiga faktor di atas, ada beberapa alasan lain yang juga signifikan dan tercatat dalam data kasus perceraian di Indonesia:
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT): Melibatkan kekerasan fisik, psikis, atau seksual yang membahayakan korban.
Mabuk, Madat (Narkoba), atau Judi: Kebiasaan buruk salah satu pihak yang merusak kondisi finansial dan keharmonisan rumah tangga.
Belakangan, kasus perceraian akibat judi online dilaporkan mengalami peningkatan.
Baca juga: Semarak Lomba Gerak Jalan Pramuka di Morowali, Peserta Tampil Penuh Gagah dan Kompak
Zina: Perselingkuhan atau perbuatan asusila yang dilakukan salah satu pihak.
Dihukum Penjara: Salah satu pihak terjerat kasus hukum dan harus menjalani hukuman penjara dalam waktu yang lama.(*)
Morowali
Morowali Utara
Sulawesi Tengah
cerai
TribunBreakingNews
Pengadilan Agama Bungku
Nasrullah Mazii
| Judi Online, Perselingkuhan, dan KDRT Jadi Pemicu Utama Perceraian di Morowali |
|
|---|
| Angka Perceraian Meningkat, Cerai Gugat Jadi Pilihan Utama Perempuan di Morowali |
|
|---|
| BREAKINGNEWS: 776 Kasus Perceraian Terdaftar di Pengadilan Agama Bungku Morowali |
|
|---|
| Perceraian di Kalangan ASN Morowali Menurun, PA Bungku Dorong Pembinaan Keluarga |
|
|---|
| Korban KDRT di Morowali Sulteng Terus Bertambah, Perceraian Jadi Pilihan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-cerai.jpg)