Sulteng Hari Ini
Aristan: Evaluasi APBD Perubahan 2025 Rampung, DPRD Lanjutkan Pembahasan Bersama Pemprov Sulteng
Hasil evaluasi Kemendagri turut memuat sejumlah indikator makro pembangunan daerah.
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Aristan, memastikan bahwa proses evaluasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah rampung dan siap ditindaklanjuti.
Menurut Aristan, hasil evaluasi tersebut telah ditetapkan Kemendagri pada Rabu (22/10/2025) lalu, dan dalam waktu dekat DPRD bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan kembali melakukan pembahasan lanjutan.
"Saat ini sudah selesai evaluasi oleh Kemendagri tentang APBD Perubahan Tahun 2025 dan sudah ditetapkan tanggal 22 Oktober lalu. Insya Allah dalam waktu dekat ini akan dibahas kembali bersama antara DPRD dan Pemerintah Provinsi,” ujar Aristan kepada TribunPalu.com, saat dihubungi, Sabtu (8/11/2025).
Baca juga: Peringatan HKN ke-61, Dinas Kesehatan Buol Gelar Turnamen Fun Football Antar OPD
Ia menjelaskan, hasil evaluasi Kemendagri turut memuat sejumlah indikator makro pembangunan daerah, yang menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan APBD Perubahan 2025.
Di antaranya proyeksi inflasi sebesar 2,5–3,0 persen, pertumbuhan ekonomi 8,26–12,9 persen, tingkat kemiskinan 10,50–10,90 persen, pengangguran terbuka 2,25–3,0 persen, serta indeks gini ratio 0,298–0,302.
“Fokus pembangunan tahun ini diarahkan untuk mendukung pelayanan publik dan pencapaian program Asta Cita guna mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen,” jelasnya.
Baca juga: Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: Pelayanan Pertanahan Harus Sesuai Karakter Generasi Muda
Lebih lanjut, DPRD menilai Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan pendapatan daerah, di antaranya melalui optimalisasi pajak, peningkatan PAD, serta pemanfaatan potensi sektor ekonomi lokal seperti pariwisata, pertanian, dan perikanan.
Selain penguatan pendapatan, pemerintah daerah juga akan fokus membenahi infrastruktur jalan, transportasi, dan fasilitas pelayanan umum untuk memperkuat konektivitas dan menarik investasi ke wilayah Sulteng.
“Pemerintah provinsi ingin memastikan pembangunan infrastruktur berjalan seiring dengan peningkatan layanan publik, agar berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Aristan.
Baca juga: Wagub Sulteng Buka Turnamen Domino “Berani Sehat” Cup 2025
Ia menambahkan, pada aspek belanja daerah, penyusunan APBD Perubahan 2025 diarahkan pada sektor-sektor prioritas, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat.
DPRD juga menekankan pentingnya penerapan anggaran berbasis kinerja agar setiap rupiah yang dikeluarkan memberi hasil yang terukur.
| Ditjenpas Sulteng Perkuat Komitmen Zero Halinar, 30 Pegawai Jalani Tes Urine |
|
|---|
| Ikrar Zero Halinar Serentak, Kanwil Ditjenpas Sulteng Perkuat Perang terhadap Narkoba dan HP Ilegal |
|
|---|
| PHK dan Outsourcing Jadi Sorotan, Aliansi Burasa Siapkan Demo Susulan di Palu |
|
|---|
| Aliansi Burasa Soroti Outsourcing dan PHK 80 Karyawan PT RSJ di Morowali |
|
|---|
| KPID Sulteng Dorong Pengawasan Siaran dan Sistem Peringatan Dini Bencana di Sigi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/1000911484jpg.jpg)