Sulteng Hari Ini
Sadly Lesnusa: Konsumsi Ikan Sulteng Naik 21 Persen
Kabupaten Poso menjadi daerah dengan tingkat konsumsi ikan tertinggi di Sulawesi Tengah, yakni 84,21 kilogram per kapita per tahun.
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat peningkatan signifikan pada angka konsumsi ikan masyarakat sepanjang tahun 2024.
Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Kepegawaian Setdaprov Sulteng, M Sadly Lesnusa, menyebutkan rata-rata konsumsi ikan di daerah itu mencapai 74,72 kilogram per kapita per tahun, atau naik 21,44 persen dibanding tahun sebelumnya.
Baca juga: Gubernur Sulteng Dorong Generasi Emas Lewat Gerakan “Berani Makan Ikan”
“Capaian ini patut diapresiasi, tetapi masih perlu ditingkatkan melalui sinergi pemerintah dan masyarakat,” ujar Sadly saat membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, pada Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) 2025 di Palu, Selasa (11/11/2025).
Sadly menjelaskan, Kabupaten Poso menjadi daerah dengan tingkat konsumsi ikan tertinggi di Sulawesi Tengah, yakni 84,21 kilogram per kapita per tahun.
Sementara Kabupaten Sigi tercatat sebagai wilayah dengan tingkat konsumsi ikan paling rendah.
“Padahal sebagian besar penduduk Sigi tinggal di wilayah pesisir. Ini menjadi perhatian bersama agar konsumsi ikan bisa merata di seluruh daerah,” katanya.
Baca juga: DKP Sulteng Tingkatkan Kampanye Konsumsi Ikan Lewat Gemarikan 2025
Menurutnya, peningkatan konsumsi ikan sangat penting dalam mendukung perbaikan gizi dan upaya penurunan angka stunting di Sulawesi Tengah.
“Ikan memiliki kandungan omega-3 dan protein tinggi, sehingga sangat baik bagi tumbuh kembang anak dan peningkatan gizi keluarga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kampanye Gemarikan menjadi langkah nyata pemerintah untuk mendorong masyarakat menjadikan ikan sebagai sumber protein utama.
“Kita ingin semangat ‘Berani Makan Ikan’ tertanam kuat di seluruh lapisan masyarakat, terutama anak-anak,” ucapnya.
Sadly menegaskan, peningkatan konsumsi ikan merupakan bagian dari Program Berani Tangkap Banyak, yang termasuk dalam Program Berani Makmur Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Baca juga: 4 Alasan Penerbitan SK PPPK Paruh Waktu 2025 Molor Hingga Lewat Jadwal BKN
“Gerakan ini tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tapi juga mendukung pembentukan Generasi Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh instansi, pelaku usaha, dan masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam menggaungkan kampanye makan ikan di lingkungan masing-masing.
Baca juga: Olah TKP, Polisi Ungkap Kronologi Kebakaran Rumah di Luwuk Banggai
“Mari bersama-sama menjadi pelopor makan ikan, agar gizi masyarakat meningkat dan Sulawesi Tengah semakin maju dan berkelanjutan,” tutupnya.(*)
| Kepala Komnas HAM Sulteng Dimutasi ke Papua Usai Tudingan Keterlibatan Tambang di Poboya Palu |
|
|---|
| Sentil Perintah Prabowo Soal IUP di Hutan Lindung, Muhammad Safri Minta Pusat Tak Tebang Pilih |
|
|---|
| Klarifikasi RSUD Undata Palu, Optimalisasi Layanan Digital untuk Rujukan Lebih Cepat |
|
|---|
| Soroti Pembukaan Kembali Tambang Maut Hengjaya, Safri: Nyawa Pekerja Bukan Tumbal Investasi |
|
|---|
| RSUD Undata Palu Gelar Operasi Transkateter Perdana, Pasien Jantung Tak Perlu Lagi Dirujuk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Gubernur-Sulteng-Dorong-Generasi-Emas-Lewat-Gerakan-Berani-Makan-Ikan.jpg)