Senin, 27 April 2026

Sulteng Hari Ini

Wajib Belajar 13 Tahun, Langkah Strategis Persiapkan Generasi Muda Hadapi Dunia Kerja

Ia menambahkan, peningkatan keterampilan profesional juga penting agar generasi muda memiliki daya jual di dunia usaha. 

Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
ZULFADLI/TRIBUNPALU.COM
Sekretaris Kementerian Kependudukan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( Kemendukbangga/BKKBN ), Prof Budi Setiyono, menegaskan bahwa kebijakan wajib belajar 13 tahun merupakan langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi kebutuhan pasar kerja. 

Pemerintah mencatat progres positif dengan prevalensi stunting nasional berada di angka 19,8 persen (SSGI Februari 2025), turun dari 21,5 persen pada 2023. Target nasional tahun depan adalah 18 persen.

Menjelang awal Desember, Kemendukbangga/BKKBN akan melakukan pemantauan dan evaluasi lapangan sebagai dasar pemberian insentif fiskal bagi daerah. 

Langkah ini bertujuan memastikan pemerintah daerah memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui perencanaan tenaga kesehatan, fasilitas layanan, hingga proyeksi pertumbuhan penduduk.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah, Tenny C. Soriton, menjelaskan Sulawesi Tengah menunjukkan progres signifikan dalam penurunan stunting melalui aksi konvergensi. 

Kota Palu dan Morowali telah menerima insentif fiskal percepatan penurunan Stunting

Provinsi Sulawesi Tengah juga menjadi kandidat penilaian pembangunan kependudukan.

“Sulteng salah satu dari 9 provinsi yang dinilai Kemendagri dan Kemendukbangga/BKKBN untuk mendapatkan penghargaan sebagai provinsi yang berkomitmen menuntaskan stunting,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Palu
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved