Selasa, 21 April 2026

Sulteng Hari Ini

Apel Kesiapsiagaan Bencana, Sulteng Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Hidrometeorologi Akhir Tahun

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat, sepanjang tahun 2024 terjadi 197 kejadian bencana. 

Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Handover
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi serta Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Lapangan Pogombo, Senin (15/12/2025).  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi serta Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Lapangan Pogombo, Senin (15/12/2025). 

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido sebagai bentuk kesiapan daerah menghadapi potensi bencana yang meningkat pada akhir tahun.

Dalam amanatnya, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa Sulawesi Tengah merupakan wilayah yang dianugerahi kekayaan alam melimpah, namun di sisi lain memiliki tantangan geografis yang tinggi terhadap berbagai jenis bencana, baik geologi maupun hidrometeorologi.

Berbagai ancaman bencana seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, likuifaksi, hingga kebakaran hutan disebut menjadi risiko nyata yang harus diantisipasi secara serius dan berkelanjutan.

Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia Tahun 2024, Provinsi Sulawesi Tengah berada pada peringkat ke-15 dari 38 provinsi dengan kategori risiko bencana tinggi. 

Baca juga: KMI Parigi Moutong Tegaskan Berhak Terima Dana Hibah, Bantah Tudingan Sabotase Anggaran

Sebanyak 13 kabupaten/kota tercatat berada pada kategori risiko tinggi dan sedang, sehingga membutuhkan kesiapsiagaan dari seluruh pemangku kepentingan.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat, sepanjang tahun 2024 terjadi 197 kejadian bencana. 

Sementara pada tahun 2025 hingga November tercatat 256 kejadian, atau meningkat sekitar 30 persen. 

Mayoritas kejadian tersebut didominasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, gelombang pasang, dan abrasi pantai.

“Bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan menimbulkan kerugian material yang besar. Karena itu, kita harus selalu waspada dan siap,” tegas Reny.

Mengacu pada informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), periode Desember 2025 hingga Februari 2026 berpotensi terjadi peningkatan curah hujan akibat perkembangan bibit siklon tropis. 

Baca juga: Sekda Parigi Moutong Jelaskan Soal Dana Hibah untuk Mahasiswa di Gorontalo

Kondisi ini diperkirakan akan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di Sulawesi Tengah.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved