WNA Filipina Terdampar di Buol
Laut Menguji, Harapan Menyelamatkan, Ini Kisah 15 Warga Filipina di Perairan Buol
Mereka berada dalam masa karantina di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, menunggu langkah administratif dan pemulangan ke negara asalnya.
Penulis: Andika Satria Bharata | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- 15 Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina terdampar di perairan Kabupaten Buol setelah kapal kecil yang mereka tumpangi bocor saat berlayar dari Malaysia menuju Filipina.
- Salah seorang korban, Banjir, menceritakan bagaimana mereka harus meminum air laut untuk bertahan hidup dan berbagi makanan terbatas demi anak-anak
- Kelima belas WNA kini berada di Kantor Imigrasi Palu, menjalani masa karantina sambil menunggu proses administratif dan pemulangan ke Filipina.
Laporan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, PALU – Sebanyak 15 Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina yang sebelumnya terdampar di perairan Kabupaten Buol kini telah berada di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Jl Kartini, Kota Palu, Minggu (25/1/2026).
Kelima belas WNA tersebut dijemput dan dikawal langsung oleh Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) dari Buol menuju Palu untuk proses pendataan dan penanganan lebih lanjut.
Saat ini, mereka berada dalam masa karantina di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, menunggu langkah administratif dan pemulangan ke negara asalnya.
Baca juga: Imigrasi Palu Dalami Data dan Periksa Administrasi untuk Pastikan Status 15 WNA Filipina
Salah satu WNA Filipina, Bandir, menceritakan kronologi dramatis yang mereka alami.
Rombongan berangkat dari Malaysia menuju Filipina menggunakan kapal kecil, dengan total 17 penumpang terdiri dari 3 laki-laki dewasa, 6 perempuan, 7 anak-anak, dan 1 balita berusia 6 bulan.
Dengan nada terbata bata karena keterbatasan bahasa, ia menjelaskan kronologi kejadian 13 hari berjuang saat terombang-ambing di laut.
Dalam perjalanan, kapal mengalami kebocoran parah akibat cuaca ekstrem dan angin kencang.
Dua laki-laki termasuk anak Bandir harus berenang ke daratan Malaysia untuk meminta bantuan, sementara yang lain terombang-ambing di laut selama 13 hari.
Banjir mengungkapkan, kondisi di laut sangat berat.
“Kalau sudah kehausan, kami hanya meminum air laut. Selama 13 hari itu saya tidak makan sama sekali, demi anak-anak bisa makan. Kadang biskuit satu dipotong dua untuk mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, tekad bertahan hidup muncul karena ia harus menjaga anak-anak yang ikut bersamanya.
Bandir menjelaskan bahwa mereka sebelumnya sering menggunakan jalur laut Malaysia–Filipina, namun baru kali ini mengalami musibah.
Baca juga: Cerita Kepala Desa Siniu Parigi Moutong Soal Video Suami Aniaya Istri di Jalan: Sering Mengamuk
Tujuan perjalanan adalah menghadiri pesta keluarga di Filipina.
Dalam kondisi normal, perjalanan tersebut memakan waktu sekitar lima jam.
Warga Negara Asing (WNA)
WNA
Banjir
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu
Kelurahan Lolu Selatan
Kecamatan Palu Timur
Kota Palu
Malaysia
| Gubernur Anwar Hafid Pastikan 15 WNA Filipina yang Terdampar Dapat Penanganan Layak |
|
|---|
| Imigrasi Palu Pulangkan 15 WNA Filipina yang Terdampar di Buol Sulteng |
|
|---|
| Kisah Pilu 13 Hari di Laut Buol: Ibu Filipina Gendong Bayi 6 Bulan Demi Bertahan Hidup |
|
|---|
| Imigrasi Palu Dalami Data dan Periksa Administrasi untuk Pastikan Status 15 WNA Filipina |
|
|---|
| Imigrasi Palu Siapkan Karantina dan Pemulangan 15 WNA Filipina Terdampar di Buol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Harapan-Menyelamatkan-Kisah-15-WN-Filipina-di-Perairan-Buol.jpg)