Jumat, 1 Mei 2026

WNA Filipina Terdampar di Buol

Laut Menguji, Harapan Menyelamatkan, Ini Kisah 15 Warga Filipina di Perairan Buol

Mereka berada dalam masa karantina di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, menunggu langkah administratif dan pemulangan ke negara asalnya.

Tayang: | Diperbarui:
Andika/TribunPalu/Andika Satria Bharata
KRONOLOGI - Salah satu WNA Filipina, Bandir, menceritakan kronologi dramatis yang mereka alami saat terdampar di Perairan Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah saat berada di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Jl Kartini, Kota Palu, Minggu (25/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • 15 Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina terdampar di perairan Kabupaten Buol setelah kapal kecil yang mereka tumpangi bocor saat berlayar dari Malaysia menuju Filipina.
  • Salah seorang korban, Banjir, menceritakan bagaimana mereka harus meminum air laut untuk bertahan hidup dan berbagi makanan terbatas demi anak-anak
  • Kelima belas WNA kini berada di Kantor Imigrasi Palu, menjalani masa karantina sambil menunggu proses administratif dan pemulangan ke Filipina.

Laporan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, PALU – Sebanyak 15 Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina yang sebelumnya terdampar di perairan Kabupaten Buol kini telah berada di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Jl Kartini, Kota Palu, Minggu (25/1/2026).

Kelima belas WNA tersebut dijemput dan dikawal langsung oleh Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) dari Buol menuju Palu untuk proses pendataan dan penanganan lebih lanjut. 

Saat ini, mereka berada dalam masa karantina di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, menunggu langkah administratif dan pemulangan ke negara asalnya.

Baca juga: Imigrasi Palu Dalami Data dan Periksa Administrasi untuk Pastikan Status 15 WNA Filipina

Salah satu WNA Filipina, Bandir, menceritakan kronologi dramatis yang mereka alami.

Rombongan berangkat dari Malaysia menuju Filipina menggunakan kapal kecil, dengan total 17 penumpang terdiri dari 3 laki-laki dewasa, 6 perempuan, 7 anak-anak, dan 1 balita berusia 6 bulan.

Dengan nada terbata bata karena keterbatasan bahasa, ia menjelaskan kronologi kejadian 13 hari berjuang saat terombang-ambing di laut.

Dalam perjalanan, kapal mengalami kebocoran parah akibat cuaca ekstrem dan angin kencang.

Imigrasi Palu Tangani 15 WN Filipina Terdampar di Buol
15 Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina tiba di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu yang sebelumnya terdampar di perairan Kabupaten Buol saat berlayar dari Malaysia menuju Filipina, Minggu (25/1/2026).(Andika/TribunPalu.com)

Dua laki-laki termasuk anak Bandir harus berenang ke daratan Malaysia untuk meminta bantuan, sementara yang lain terombang-ambing di laut selama 13 hari.

Banjir mengungkapkan, kondisi di laut sangat berat.

“Kalau sudah kehausan, kami hanya meminum air laut. Selama 13 hari itu saya tidak makan sama sekali, demi anak-anak bisa makan. Kadang biskuit satu dipotong dua untuk mereka,” ujarnya. 

Ia menambahkan, tekad bertahan hidup muncul karena ia harus menjaga anak-anak yang ikut bersamanya.

Bandir menjelaskan bahwa mereka sebelumnya sering menggunakan jalur laut Malaysia–Filipina, namun baru kali ini mengalami musibah. 

Baca juga: Cerita Kepala Desa Siniu Parigi Moutong Soal Video Suami Aniaya Istri di Jalan: Sering Mengamuk

Tujuan perjalanan adalah menghadiri pesta keluarga di Filipina.

Dalam kondisi normal, perjalanan tersebut memakan waktu sekitar lima jam.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved