Minggu, 3 Mei 2026

WNA Filipina Terdampar di Buol

Gubernur Anwar Hafid Pastikan 15 WNA Filipina yang Terdampar Dapat Penanganan Layak

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat menangani 15 warga negara asing (WNA) asal Filipina yang terdampar di Kabupaten Buol

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Lisna Ali
BIRO ADMINISTRASI PIMPINAN
WNA TERDAMPAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat menangani warga negara asing (WNA) asal Filipina yang menjadi korban perahu terdampar di wilayah Kabupaten Buol. Penanganan dilakukan atas arahan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid yang diwakili oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, Rifki Anata Mustaqim bersama Tim Imigrasi Kelas I TPI Palu sejak Minggu (24/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat menangani 15 WNA asal Filipina korban perahu terdampar di Kabupaten Buol dengan melibatkan Dinas Sosial dan Imigrasi Kelas I TPI Palu
  • Para WNA yang terdiri dari tujuh orang dewasa dan delapan anak-anak kini berada di selter Imigrasi Palu untuk persiapan deportasi ke negara asal
  • Pemprov Sulteng menyerahkan bantuan kebutuhan dasar serta menegaskan komitmen penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan mengedepankan aspek kemanusiaan

TRIBUNPALU.COM - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat menangani 15 warga negara asing (WNA) asal Filipina yang terdampar di Kabupaten Buol akibat kecelakaan perahu.

Penanganan ini dilakukan atas instruksi langsung Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, guna memastikan para korban mendapatkan perawatan layak sebelum dipulangkan ke negara asal.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, Rifki Anata Mustaqim, mengatakan bahwa para WNA yang terdiri dari tujuh dewasa dan delapan anak-anak tersebut telah dievakuasi ke Kota Palu.

Saat ini, mereka berada di selter Imigrasi Kelas I TPI Palu untuk menjalani prosedur administrasi lanjutan.

"Sesuai arahan Gubernur, kami memastikan penanganan berjalan cepat dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan. Dinas Sosial berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar para korban selama masa transisi ini," ujar Rifki, Senin (26/1/2026).

Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Sulteng melalui Dinas Sosial telah menyerahkan bantuan logistik berupa sembako, makanan bayi, popok, pakaian, hingga perlengkapan mandi.

Baca juga: Anwar Hafid Targetkan Kantor Pemerintah Sulteng Bebas Energi Fosil Tahun Ini

Hal ini dilakukan untuk menjamin kesehatan dan kenyamanan para korban, terutama anak-anak yang ikut dalam rombongan tersebut.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Mohammad Akmal, mengapresiasi sinergi cepat dari jajaran pemerintah daerah.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor ini sangat membantu kelancaran penanganan WNA di lapangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas bantuannya. Semoga ini bermanfaat bagi para korban sampai mereka dipulangkan ke negara asal,” jelas Mohammad Akmal.

Setelah seluruh proses verifikasi identitas dan koordinasi lintas instansi selesai, para WNA tersebut dijadwalkan menjalani proses deportasi menuju Filipina.

Baca juga: Rektor Untad Apresiasi Dampak Program Berani Cerdas: Solusi Tingkatkan Kualitas SDM Daerah

Kronologi 15 WNA Terdampar di Buol

Seorang WNA Filipina bernama Banjir menceritakan kronologi peristiwa yang dialami.

Awalnya, rombongan berangkat dari Malaysia menuju Filipina menggunakan kapal kecil. 

Kapal itu membawa total 17 orang, terdiri dari 3 laki-laki dewasa, 6 perempuan, 7 anak-anak, dan 1 balita berusia 6 bulan.

Banjir menjelaskan kronologi kejadian 13 hari berjuang saat terombang-ambing di laut.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved