WNA Filipina Terdampar di Buol
Gubernur Anwar Hafid Pastikan 15 WNA Filipina yang Terdampar Dapat Penanganan Layak
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat menangani 15 warga negara asing (WNA) asal Filipina yang terdampar di Kabupaten Buol
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat menangani 15 WNA asal Filipina korban perahu terdampar di Kabupaten Buol dengan melibatkan Dinas Sosial dan Imigrasi Kelas I TPI Palu
- Para WNA yang terdiri dari tujuh orang dewasa dan delapan anak-anak kini berada di selter Imigrasi Palu untuk persiapan deportasi ke negara asal
- Pemprov Sulteng menyerahkan bantuan kebutuhan dasar serta menegaskan komitmen penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan mengedepankan aspek kemanusiaan
TRIBUNPALU.COM - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat menangani 15 warga negara asing (WNA) asal Filipina yang terdampar di Kabupaten Buol akibat kecelakaan perahu.
Penanganan ini dilakukan atas instruksi langsung Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, guna memastikan para korban mendapatkan perawatan layak sebelum dipulangkan ke negara asal.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, Rifki Anata Mustaqim, mengatakan bahwa para WNA yang terdiri dari tujuh dewasa dan delapan anak-anak tersebut telah dievakuasi ke Kota Palu.
Saat ini, mereka berada di selter Imigrasi Kelas I TPI Palu untuk menjalani prosedur administrasi lanjutan.
"Sesuai arahan Gubernur, kami memastikan penanganan berjalan cepat dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan. Dinas Sosial berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar para korban selama masa transisi ini," ujar Rifki, Senin (26/1/2026).
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Sulteng melalui Dinas Sosial telah menyerahkan bantuan logistik berupa sembako, makanan bayi, popok, pakaian, hingga perlengkapan mandi.
Baca juga: Anwar Hafid Targetkan Kantor Pemerintah Sulteng Bebas Energi Fosil Tahun Ini
Hal ini dilakukan untuk menjamin kesehatan dan kenyamanan para korban, terutama anak-anak yang ikut dalam rombongan tersebut.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Mohammad Akmal, mengapresiasi sinergi cepat dari jajaran pemerintah daerah.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor ini sangat membantu kelancaran penanganan WNA di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas bantuannya. Semoga ini bermanfaat bagi para korban sampai mereka dipulangkan ke negara asal,” jelas Mohammad Akmal.
Setelah seluruh proses verifikasi identitas dan koordinasi lintas instansi selesai, para WNA tersebut dijadwalkan menjalani proses deportasi menuju Filipina.
Baca juga: Rektor Untad Apresiasi Dampak Program Berani Cerdas: Solusi Tingkatkan Kualitas SDM Daerah
Kronologi 15 WNA Terdampar di Buol
Seorang WNA Filipina bernama Banjir menceritakan kronologi peristiwa yang dialami.
Awalnya, rombongan berangkat dari Malaysia menuju Filipina menggunakan kapal kecil.
Kapal itu membawa total 17 orang, terdiri dari 3 laki-laki dewasa, 6 perempuan, 7 anak-anak, dan 1 balita berusia 6 bulan.
Banjir menjelaskan kronologi kejadian 13 hari berjuang saat terombang-ambing di laut.
| Imigrasi Palu Pulangkan 15 WNA Filipina yang Terdampar di Buol Sulteng |
|
|---|
| Kisah Pilu 13 Hari di Laut Buol: Ibu Filipina Gendong Bayi 6 Bulan Demi Bertahan Hidup |
|
|---|
| Laut Menguji, Harapan Menyelamatkan, Ini Kisah 15 Warga Filipina di Perairan Buol |
|
|---|
| Imigrasi Palu Dalami Data dan Periksa Administrasi untuk Pastikan Status 15 WNA Filipina |
|
|---|
| Imigrasi Palu Siapkan Karantina dan Pemulangan 15 WNA Filipina Terdampar di Buol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/wna-filipina556.jpg)