Sabtu, 13 Juni 2026

Virus Nipah Jadi Perhatian, Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan

Virus Nipah diketahui merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan, terutama kelelawar pemakan buah, kepada manusia.

Tayang:
Editor: Fadhila Amalia
Kolase/TribunPalu/Handover
ILUSTRASI - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengeluarkan Surat Edaran kewaspadaan terhadap Virus Nipah menyusul potensi risiko penularan dari hewan ke manusia, khususnya melalui konsumsi buah terkontaminasi. 

Hindari Kontak Langsung dengan Ternak Babi dan Kuda

Hindari kontak dengan hewan ternak (seperti babi dan kuda) yang kemungkinan terinfeksi virus Nipah, apabila terpaksa harus melakukan kontak, maka menggunakan APD.

Kemenkes juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi serta menghindari penyebaran hoaks dengan merujuk pada sumber informasi resmi pemerintah.

Kemenkes juga mengungkapkan, dampak atau risiko yang bisa dialami saat terinfeksi penyakit ini.

Mulai infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan hingga berat, serta ensefalitis (peradangan otak) yang dapat berakibat kematian.

Tingkat kematian dilaporkan mencapai 40–75 persen.

Pada tahun 1998–1999, wabah pertama terjadi pada peternak babi di Desa Sungai Nipah, Malaysia yang menyebar ke Singapura.

Kasus manusia juga tercatat di India, Bangladesh, dan Filipina.

Baca juga: Gaji Belun Dibayar, Pekerja PT PCNI Boikot Lahan Penumpukan Pelabuhan Tangkiang

Sejak 2001 hingga 2026, kasus penyakit virus Nipah dilaporkan secara sporadis di Bangladesh dan India.

Di India, infeksi virus Nipah (NiV) telah terjadi beberapa kali sejak tahun 2001, dengan wabah di Negara Bagian West Bengal pada tahun 2001 dan 2007, serta secara berulang di Negara Bagian Kerala sejak tahun 2018.

Di Negara Bagian West Bengal, wabah sebelumnya terjadi pada tahun 2001 (Distrik Siliguri) dan tahun 2007 (Distrik Nadia). Pada tanggal 14 Januari 2026, India kembali melaporkan kejadian kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di Negara Bagian West Bengal.

Per 26 Januari 2026, telah dilaporkan sebanyak 2 kasus konfirmasi tanpa kematian di Distrik North 24 Parganas, Negara Bagian West Bengal.

Baca juga: Petani Sawah di Banggai Kesulitan Pasokan Air, BMKG Prediksi Musim Hujan Juni

Seluruh kasus konfirmasi merupakan tenaga kesehatan. Telah diidentifikasi lebih dari 120 kontak erat dan semuanya dilakukan karantina. Investigasi lengkap masih terus dilakukan.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
Live
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved