Senin, 20 April 2026

Kebakaran Hutan dan Lahan Parimo

Perkuat Pemadaman Darat, 30 Tangki Semprot Pertanian Dikerahkan ke Lokasi Karhutla

Armada pemadam hanya dapat beroperasi di dataran rendah, sementara sebagian besar titik api berada di wilayah ketinggian.

Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
TribunPalu/Faaiz/Abdul Humul Faaiz
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperkuat upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan 30 unit tangki semprot pertanian ke sejumlah titik rawan kebakaran. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Parigi Moutong mengerahkan 30 tangki semprot pertanian untuk menjangkau titik api di perbukitan dan area sulit dijangkau, sebagai bagian dari strategi pemadaman karhutla.
  • Pemadaman melibatkan BPBD, pemadam kebakaran, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat.
  • Tangki semprot dikombinasikan dengan mesin pompa air atau alkon untuk mempercepat suplai air, sementara pemantauan titik api baru tetap dilakukan di tengah kondisi angin kencang.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperkuat upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan 30 unit tangki semprot pertanian ke sejumlah titik rawan kebakaran.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pemadaman darat, terutama di wilayah perbukitan dan area tidak dapat dijangkau armada pemadam kebakaran.

Baca juga: Polisi Dalami Kebakaran Hutan dan Lahan di Parigi Moutong, 15 Warga Diperiksa

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menjelaskan, penguatan pemadaman darat menjadi prioritas mengingat kondisi api yang masih aktif dan angin kencang yang berpotensi mempercepat perambatan kebakaran.

Tangki semprot pertanian tersebut berasal dari dukungan sektor pertanian dan akan dimanfaatkan sebagai alat pemadam manual oleh petugas dan masyarakat di lapangan.

Menurut Erwin, penggunaan tangki semprot dinilai lebih fleksibel untuk menjangkau titik api di medan sulit, khususnya di kawasan semak kering dan perbukitan.

Peralatan tersebut direncanakan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis serta pada mobil desa terdekat agar dapat segera digunakan ketika api muncul atau meluas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong bersama Tim Manggala Agni terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di wilayah pegunungan, Kamis (5/2/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong bersama Tim Manggala Agni terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di wilayah pegunungan, Kamis (5/2/2026). (TribunPalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Pemkab Parigi Moutong juga memastikan distribusi tangki semprot dilakukan secara terkoordinasi melalui posko penanganan karhutla agar tepat sasaran dan tidak menumpuk di satu lokasi.

Baca juga: Sampah Kotori Pesisir Pantai Boneoge Donggala, Aksi Bersih Pantai Jadi Fokus Utama

Selain pengerahan peralatan, pemerintah daerah tetap memaksimalkan pemadaman manual dengan melibatkan BPBD, pemadam kebakaran, TNI-Polri, relawan, serta masyarakat setempat.

Di lapangan, keterbatasan akses menjadi tantangan utama.

Armada pemadam hanya dapat beroperasi di dataran rendah, sementara sebagian besar titik api berada di wilayah ketinggian.

Kondisi tersebut membuat pemadaman manual menggunakan tangki semprot dan alat sederhana menjadi pilihan paling realistis dalam pengendalian api dari darat.

Pemerintah daerah juga mengombinasikan penggunaan tangki semprot dengan pemasangan mesin pompa air atau alkon untuk memanfaatkan sumber air terdekat.

Upaya ini diharapkan dapat mempercepat suplai air ke titik api tanpa harus mengandalkan pengangkutan air secara manual yang memakan waktu dan tenaga.

Baca juga: Gagas Inovasi Satu Data SMK, Disdik Sulteng Dorong Kebijakan Vokasi Berbasis Data

Selain fokus pada pemadaman, Pemkab Parigi Moutong juga terus memantau potensi munculnya titik api baru, terutama di kawasan yang terdampak angin kencang.

Koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar seluruh sumber daya yang ada dapat dimaksimalkan dalam pengendalian kebakaran.

Pemerintah daerah menilai, penguatan pemadaman darat melalui penambahan peralatan menjadi langkah penting sembari menunggu dukungan lanjutan dari pemerintah provinsi dan pusat.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved