Selasa, 14 April 2026

Parigi Moutong Hari Ini

RSUD Buluenapoae Moutong Targetkan Miliki Bank Darah Tahun Ini, Pasien Caesar Tak Perlu Dirujuk

Kehadiran bank darah akan mempercepat penanganan kasus darurat serta meningkatkan kualitas pelayanan medis di rumah sakit.

Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
Handover/Handover
RSUD BULUENAPOAE - RSUD Buluenapoae Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. 
Ringkasan Berita:
  • RSUD Buluenapoae Moutong menargetkan memiliki bank darah sendiri tahun ini untuk mengatasi keterbatasan stok darah.
  • Selama ini pasien ibu hamil yang membutuhkan operasi caesar harus dirujuk ke rumah sakit lain karena kekurangan darah.
  • Kehadiran bank darah diharapkan mempercepat penanganan darurat serta meningkatkan keselamatan ibu dan bayi.

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Pihak RSUD Buluenapoae Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menargetkan memiliki bank darah sendiri pada tahun 2026.

Langkah ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan persediaan darah yang selama ini menjadi kendala dalam penanganan pasien, khususnya ibu hamil membutuhkan tindakan seksio sesaria (SC) atau operasi caesar.

Direktur RSUD Buluenapoae Moutong, Kurniati mengatakan ketersediaan darah merupakan faktor penting dalam keselamatan ibu dan bayi, terutama dalam kondisi darurat.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Sulteng, Kamis 9 April 2026: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan

Selama ini, keterbatasan stok darah membuat pasien yang membutuhkan operasi caesar harus dirujuk ke rumah sakit lain, sehingga memperlambat proses penanganan dan meningkatkan risiko.

“Kami berupaya agar tahun ini rumah sakit memiliki bank darah sendiri, sehingga pasien ibu hamil yang membutuhkan SC bisa langsung ditangani tanpa harus dirujuk ke kota,” ujar Kurniati saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPRD Parigi Moutong.

Ia menjelaskan, kehadiran bank darah akan mempercepat penanganan kasus darurat serta meningkatkan kualitas pelayanan medis di rumah sakit.

Selain itu, RSUD Buluenapoae Moutong juga berupaya memperkuat layanan transfusi darah dengan menyiapkan tenaga khusus.

Namun, hingga saat ini tenaga tersebut belum dapat diberikan insentif karena regulasi terkait tenaga non-ASN untuk unit transfusi darah (UTD) belum diterbitkan.

Baca juga: Bertaruh Nyawa demi Sekolah, Nestapa "Jembatan Limpas" Batunobota Tolitoli yang Terlupakan

Kurniati berharap pemerintah daerah segera mengeluarkan regulasi tersebut agar operasional bank darah dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, pihak rumah sakit juga berencana meningkatkan koordinasi dengan rumah sakit provinsi serta BPJS Kesehatan guna memastikan pasien tetap mendapatkan layanan yang cepat dan tepat.

Ia menegaskan komitmen RSUD Buluenapoae Moutong untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya bagi ibu hamil dan pasien darurat lainnya.

Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang Banggai Kepulauan, 3 Rumah dan 1 Usaha Meubel Rusak

“Dengan adanya bank darah, kami berharap penanganan pasien bisa lebih cepat, aman, dan tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved