Jumat, 8 Mei 2026

PDIP Sulteng

Ketua Fraksi PDIP Donggala Ajak Masyarakat Rawat Alam dan Jaga Lingkungan

Menurutnya, berbagai kasus kerusakan lingkungan yang terjadi di sejumlah daerah, harus menjadi pelajaran berharga. 

Tayang:
Penulis: Misna Jayanti | Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Misna Jayanti
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Donggala, I Wayan Putra Sandiyasa. 
Ringkasan Berita:
  • Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Donggala, I Wayan Putra Sandiyasa, mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga dan melestarikan lingkungan dalam peringatan Hari Bumi 2026. 
  • Ia menekankan bahwa kerusakan lingkungan, seperti pembabatan hutan, dapat memicu bencana, dan upaya pelestarian bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi seluruh masyarakat.

Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Donggala, I Wayan Putra Sandiyasa, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, terutama dalam momentum peringatan Hari Bumi 2026.

Ia menekankan pentingnya peran bersama dalam merawat lingkungan guna mencegah terjadinya bencana yang diakibatkan oleh kerusakan alam.

“Jadi mari kita serukan kepada masyarakat bagaimana kita beradaptasi dan memelihara lingkungan di sekitar kita,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, berbagai kasus kerusakan lingkungan yang terjadi di sejumlah daerah, harus menjadi pelajaran berharga. 

Ia menilai, kurangnya kesadaran sebagian pihak dalam menghargai lingkungan telah memicu aktivitas pembabatan hutan, bahkan yang dilakukan secara legal.

“Kita belajar dari kasus-kasus yang terjadi di Kalimantan kemarin. Hanya karena tidak bisa menghargai lingkungan, terjadi pembabatan hutan yang berdampak pada ketidakstabilan lingkungan hingga memicu bencana besar,” jelasnya.

Baca juga: Muncul Kabut di Banggai, BMKG Sebut Fenomen Haze

Anggota DPRD Donggala Dapil V itu menegaskan, upaya menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

“Intinya, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tidak menimbulkan potensi bencana,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, I Wayan juga menyinggung nilai-nilai kearifan lokal yang dapat menjadi pedoman dalam menjaga keseimbangan alam, seperti konsep Tri Hita Karana dalam ajaran Hindu.

“Dalam umat Hindu, kita mengenal konsep Tri Hita Karana, yakni menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Ini bisa menjadi pedoman dalam menjaga kelestarian alam,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui momentum Hari Bumi yang diperingati tiap tanggal 22 April, kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan semakin meningkat demi keberlangsungan hidup generasi mendatang. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved