Jumat, 1 Mei 2026

PDIP Sulteng

Alfiani Serahkan Bibit Durian, Komitmen Peduli Lingkungan di Pelatihan PRB GKST Sulteng

Alfiani juga hadir sebagai salah satu pemateri yang membawakan materi terkait Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Handover/Handover
AKSI PEDULI LINGKUNGAN - Anggota DPRD Sulawesi Tengah Fraksi PDI Perjuangan, Alfiani Sallata, menyerahkan bibit durian sebagai bentuk komitmen gerakan peduli lingkungan dalam kegiatan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) di wilayah Lore. 
Ringkasan Berita:
  • Alfiani mengapresiasi pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang digelar GKST di wilayah Lore sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
  • Dalam kegiatan tersebut, ia juga menjadi pemateri yang menjelaskan tahapan penanggulangan bencana mulai dari mitigasi, tanggap darurat, hingga rehabilitasi.
  • Pemberian bibit durian menjadi bentuk komitmen mendorong gerakan peduli lingkungan dan mitigasi bencana berbasis penghijauan di wilayah rawan.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, POSO – Anggota DPRD Sulawesi Tengah Fraksi PDI Perjuangan, Alfiani Sallata, menyerahkan bibit durian sebagai bentuk komitmen gerakan peduli lingkungan dalam kegiatan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) di wilayah Lore.

Kegiatan pelatihan penanggulangan bencana tersebut diselenggarakan oleh Sinode GKST bersama tim PRB GKST di Klasis Behoa, Lore Tengah dan Klasis Napu, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, pada 28–29 April 2025.

Bantuan bibit durian berasal langsung dari Alfiani Sallata.

Bantuan ini merupakan bagian dari program penghijauan, rehabilitasi hutan/lahan kritis, dan agroforestri.

Program ini memiliki dampak ganda, yaitu pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana, sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat melalui hasil

Alfiani mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut, mengingat Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah yang rawan terhadap berbagai jenis bencana, seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, likuefaksi, hingga tsunami.

Baca juga: SPMB 2026 Segera Dibuka, Kepsek SMKN 3 Palu Ingatkan Pentingnya Cek Jadwal Resmi

“Pelatihan ini sangat penting karena Sulawesi Tengah berada di wilayah rawan bencana, sehingga diperlukan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana,” ujarnya, Rabu (30/4/2026) dalam keterangan tertulisnya. 

Dalam kegiatan itu, Alfiani juga hadir sebagai salah satu pemateri yang membawakan materi terkait Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Ia menjelaskan, penanggulangan bencana merupakan upaya terpadu yang dilakukan untuk mencegah, mengurangi risiko, serta menangani dampak yang ditimbulkan.

Menurutnya, tahapan penanggulangan bencana mencakup tiga fase utama, yakni pra-bencana yang meliputi mitigasi dan kesiapsiagaan, saat bencana berupa tanggap darurat, serta pasca-bencana melalui rehabilitasi dan rekonstruksi.

Baca juga: Super El Nino Melanda, Distribusi Air Bersih Jadi Prioritas Pemkot Palu

Sebagai anggota Fraksi PDI Perjuangan, Alfiani juga menyerahkan bibit durian kepada para peserta pelatihan.

Penyerahan bibit tersebut menjadi simbol komitmen dalam mendorong gerakan peduli lingkungan sekaligus upaya mitigasi bencana berbasis penghijauan di wilayah rawan bencana.

Program ini memiliki dampak ganda, yaitu pelestarian lingkungan serta mitigasi bencana sekaligus dapat meningkatkan ekonomi masyarakat melalui hasil panen durian tersebut. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved