Hari Buruh 2026
Hari Buruh 2026 di Palu, Massa Soroti PHK hingga Eksploitasi Tenaga Kerja
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Buruh dan Rakyat Berkuasa menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional (May Day).
Di sisi lain, spanduk berwarna merah bertuliskan tuntutan kesejahteraan buruh dibentangkan di barisan depan.
Selain itu, massa juga membagikan selebaran berjudul “Aliansi Buruh & Rakyat Berkuasa”.
Dalam selebaran tersebut, tertulis seruan “Ganyang Kapitalisme” disertai ilustrasi buruh mengangkat palu di tengah latar pabrik berasap.
Isi selebaran menyoroti gelombang PHK, praktik kerja berbahaya, hingga tuntutan jaminan kerja layak dan perlindungan buruh.
Selebaran itu juga mengkritik praktik eksploitasi tenaga kerja, termasuk program magang yang dianggap menjadikan mahasiswa sebagai tenaga kerja murah.
Massa menyerukan solidaritas buruh, penolakan ketidakadilan, serta ajakan untuk membangun kekuatan kolektif dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.
Dalam aksinya di Palu, massa secara tegas menuntut Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, untuk hadir langsung menemui mereka.
“Kami ingin dialog terbuka, bukan pertemuan tertutup. Supaya semua transparan dan disaksikan langsung oleh massa aksi,” tegas Azis.
Hingga aksi berlangsung, massa masih bertahan di depan kantor gubernur sambil menunggu kehadiran pihak pemerintah untuk berdialog. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/1000123903810983190jpggg.jpg)